Alhamdulillah...
Alhamdulillah...
Alhamdulillah...
Bulan Ramadhan kali ini terasa begitu berkah. Allah memberikan pelajaran demi pelajaran yg sangat berharga. Yang mana di bangku kuliah saya hanya bisa mempelajari beragam teorinya dan prakteknya hanya memang terlaksana sebatas tugas kampus. Namun, akhir-akhir ini Allah memberikan pelajaran secara langsung... secara nyata, dan menjadikan saya merasa sedikit dapat membantu mereka yg membutuhkan. Alhamdulillah ...
Kalau beberapa minggu lalu, Allah memberikan saya kesempatan untuk mendampingi ratusan Keluarga Sangat Miskin (KSM) melalui progran Kementrian Sosial RI yakni Progran Keluarga Harapan (PKH), seperti yg telah saya ceritakan pada tulisan saya sebelumnya (lihat *PKH Undercover). Hari ini, Allah memberikan saya kesempatan lagi untuk menjadi Manusia yg lebih sosial lewat Ibu saya.
Ceritanya gini. Ibu saya dapat undangan dari Batalyon Yonif 515 Tanggul. Tepatnya, Ibu Komandan Batalyon menelfon ibu saya untuk mencarikan 40 anak yang terdiri dari yatim-piatu dan dhuafa' untuk mendapatkan santunan dari Batalyon 515 tersebut. Saking semangatnya, dipercaya seperti itu, ibu dan saya langsung berangkat mencari anak yg sekiranya bisa tepat sasaran. Alhamdulillah, di siang ramadhan yg terik sama sekali tak terasa panasnya, tak terasa dahaganya.
Kamipun terus jalan mencari anak-anak yg memang pantas untuk mendapat santunan ini. Finally, 40 anak yang terdiri dari yatim-piatu dan dhuafa' pun terkumpul. Bahkan, diantara mereka juga ada yang penyandang disabelitas. Alhamdulillah, ini juga berkat bantuan tante dan pak dhe yg masing-masing dari mereka berhasil mencarikan 5 anak yatim. Tante 5, dan Pak dhe 5.
Kemudian, sore tadi.., saya, ibu dan 39 anak berangkat ke Yonif 515. Dari 40 anak, ada satu yg ternyata berhalangan hadir.
Adek-adek kumpul di rumah pukul 15.00 WIB dan di jemput pik up ke batalyon pukul 15.15 WIB. Karena memang pik up terlalu kecil, sehingga butuh dua kali jemputan.
Berdasarkan wejangan ibu yang menasehati agar adek-adek ini bisa menjaga sikap dan tidak ramai, mereka pun mematuhi. Saat Ibu saya ceramah mereka mendengarkan, saat Ibu Komandan memberikan sambutan mereka menyimak, dan saat Ibu saya membaca doa mereka tertunduk seraya mengucap 'aamiin'. Alhamdulillah, semua berjalan lancar. Para ibu persit yg juga hadir dalam acara tersebut begitu terkesima terutama saat salah seorang anak yang kami bawa ini membacakan ayat-ayat suci Al-quran dengan suara merdu dan alunan nada yang indah. Surat Ar-Rohman, adek Muhsin yang masih usia enam tahun ini membaca Surat Ar-Rohman dengan begitu hikmad.
Saya benar merasa tersentuh. Melihat senyum anak-anak tak berdosa ini membuat saya terharu. Melihat wajah dermawan Ibu komandan dan para persit membuat saya merasa senang karena masih ada yang peduli terhadap anak-anak dhuafa dan yatim-piatu. Melihat semangat ibu saya menyampaikan ceramah dan berusaha amanah dengan permintaan Ibu Komandan (membawa 40 anak yang memang benar-benar membutuhkan) membuat saya bangga mempunyai ibu sepertinya.
Dan, merasakan kehadiran seorang yang sangat saya cinta, yang dulunya juga pernah bekerja sebagai TNI di Yonif 515, yang membimbing ibu saya sehingga bisa menjadi orang yang sangat bermanfaat seperti sekarang, yang menyayangi saya dan adek-adek saya hingga akhir hayatnya, yang selalu mengingatkan ibu saya, saya dan adek-adek saya kepada Allah Azza Wa Jalla, membuat kami cinta dan sangat bersyukur pada Allah atas segalanya.
Kami menyayangimu Ayah, kami bangga menjadi putri-putrimu. Ibu menyayangimu dan saya serta adek-adek percaya, Ibu sangat bangga menjadi istrimu. ♡♡♡
Jauh di lubuk hati saya yang terdalam, saya memohon pada Allah agar Allah membimbing saya untuk menjadi orang yang sangat bermanfaat seperti ayah dan ibu saya. Dengan memohon maunah Allah, saya dedikasikan diri saya untuk selalu berusaha belajar menjadi wanita yang sholihah baik sholihah agamanya maupun sholihah sosialnya. Saya percaya, Allah akan selalu membantu saya. Allah sebaik-baik pembimbing. Thank God, for everything.