Label

Selasa, 25 Desember 2012

Penglihatan Hati


Hati itu tidak seperti Mata yang selalu melihat sesuatu dari Fisik saja
Hati juga tidak seperti Telinga yang hanya memandang sesuatu dari Suara
Tapi, Hati itu seperti Hati, yang selalu melihat dan memandang segala sesuatunya dengan Cinta

Rabu, 12 Desember 2012

UPAYA DOSEN DALAM MEMBANGKITKAN KEAKTIFAN MAHASISWA DI DALAM KELAS


Tugas Mata Kuliah : MPS 1

Pengamatan ini saya lakukan di ruang 302, salah satu ruangan di Gedung FISIP UI. Ruangan ini adalah ruangan tempat Mahasiswa-Mahasiswi Pasca Kesejahteraan Sosial melakukan kegiatan belajar. Ruangan ini tidak terlalu luas, hanya berukuran sekitar 22 X 22 meter. Di dalam ruangan ini terdapat AC yang dapat menyembulkan suhu udara yang sangat dingin. Di dalam ruangan ini terdapat kursi-kursi berjajar, warnanya biru. Jumlah kursi tersebut kurang lebih ada 76 buah, kursi ini digunakan sebagai tempat duduk mahasiswa. Sedangkan di depan kursi Mahasiswa terdapat satu kursi dan satu meja Dosen. Kemudian di belakang kursi Dosen tersebut terdapat white board yang biasanya digunakan dosen sebagai layar pantulan LCD.

Pada jam 17:00 WIB, ruangan ini digunakan sebagai tempat kegiatan belajar Pasca Kessos angkatan 2011 dan 2012. Jumlah seluruh Mahasiswa tersebut terdiri dari 74 orang. Dari senin hingga jumat, ruangan ini di padati oleh mahasiswa-mahasiswa tersebut. Dalam kegiatan belajar mengajar di kelas, dari hari senin hingga Jumat yang dilakukan antara Mahasiswa dengan Dosen, terdapat dua jenis interaksi yang saya temukan :
1. Interaksi antara Dosen dan Mahasiswa yang sama-sama aktif
2. Interaksi antara Dosen dan Mahasiswa dimana Mahasiswa tidak aktif dalam menanggapi penjelasan Dosen.

Dari dua jenis interaksi yang telah saya klasifikasikan, maka saya memfokuskan interaksi saya pada point yang kedua, yaitu interaksi antara Dosen dan Mahasiswa dimana Mahasiswa tidak terlalu aktif menanggapi penjelasan Dosen, kemudian dari ketidakaktifan Mahasiswa tersebut, saya ingin melihat bagaimana Dosen membangkitkan keaktifan Mahasiwa. Saya lebih tertarik dengan point ini karena menurut saya, point yang pertama tidak ada masalah.

Keaktifan Mahasiswa yang saya maksud disini adalah, kondisi dimana terdapat partisipasi Mahasiswa di dalam kelas ketika dosen menjelaskan, atau, ada respon dari Mahasiswa terhadap penjelasan dosen tersebut. Misalnya, mahasiswa mengajukan pertanyaan, sanggahan, ataupun share pengalaman ketika dosen selesai menjelaskan materinya. Mahasiswa tidak hanya diam dan mencatat apa yang dijelaskan dosen. 

Indikator keaktifan siswa berdasarkan jenis aktivitasnya dalam proses pembelajaran menurut Paul D. Deirich (Hamalik, 2007) yaitu sebagai berikut :
1.  Aktivitas vidual (visual activities), antara lain : membaca dan mengamati.
2. Aktivitas lisan (oral activities), anatara lain : mengemukakan fakta/prinsip, menghubungkan suatu kejadian, diskusi, mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan dan mengemukakan pendapat.
3. Aktivitas audio (listening activities), antara lain : menyimak pengajian materi/informasi dan mendengarkan percakapan/diskusi kelompok.
4. Aktivitas menulis (writing activities), antara lain : mengerjakan soal atau mencatat materi penjelasan pengajar.
5.  Aktivitas menggambar, antara lain : membuat grafik atau sketsa.
6.  Ativitas metric/motorik (motor activities), antara lain : melakukan pengukuran.
7. Aktivitas mental, antara lain : merenungkan atau memecahkan masalah, menganalisis dan membuat keputusan dalam tugas yang diberikan pengajar.
8. Aktivitas emosional, antara lain : keberanian dan ketenangan dalam mengajukan pertanyaan serta mengemukakan pendapat. (http://repository.upi.edu/operator/upload/s_d025_040469_chapter2.pdf)

Berdasarkan indikator tersebut, maka indikator yang saya amati disini saya fokuskan pada aktivitas lisan mahasiswa, dimana Mahasiswa terlihat dan dinilai aktif oleh pengajar ketika mahasiswa tersebut dapat dan mau untuk mengemukakan pendapat, bertanya, atau pun share atas pengalaman yang dimilikinya. Kemudian, jika mahasiswa tidak aktif dalam hal tersebut, apakah yang dilakukan dosen untuk membangkitkan keaktifan mahasiswa dalam aktivitas lisan tersebut?

A. TUJUAN OBSERVASI
Observasi ini bertujuan untuk melihat apa saja yang dilakukan dosen untuk membangkitkan keaktifan mahasiswa yang semula tidak aktif didalam kelas. Observasi ini dilakukan pada hari Jumat secara berturut-turut selama dua hari Jumat, yaitu tanggal 30 November 2012 dan 7 Desember 2012. Observasi ini dilakukan kurang lebih selama 1 jam 40 menit, yaitu mulai pukul 19:00 hingga 20:40 WIB.

B. HASIL OBSERVASI
Pukul 19 : 06, Dosen memasuki ruangan 302. Ruangan ini sudah dipadati oleh mahasiswa pasca Kesos yang sedang menempuh mata kuliah ini (nama mata kuliah disamarkan). Setelah memasuki ruangan, dosen kemudian menyalakan laptop dan mencolokkan kabel LCD kepada laptopnya. Setelah itu, dosen mulai memaparkan penjelasan melalui slide power point yang telah dibuatnya. Selama 20 menit dosen tersebut menjelaskan materi dengan begitu bersemangat, sesekali dosen bertanya kepada mahasiswa “apa ada yang mau ditanyakan?”, tetapi mahasiswa diam saja. Salah seorang mahasiswa yang duduk disebelah kanan ruangan terlihat begitu asyik memainkan laptopnya tanpa sekalipun melihat slide yang dijelaskan dosen. kemudian, ada yang terlihat mencatat slide yang dijelaskan dosen, ada juga tiga orang mahasiswi yang ngobrol sendiri dan ada yang senyum-senyum sendiri melihat ipadnya. sebagian dari mahasiswa tersebut memang nampaknya terlihat sangat serius melihat slide dosen tetapi sama saja dengan yang lain, ketika dosen menanyakan “apa ada yang mau ditanyakan? Atau di share?,” mahasiswa tersebut juga tidak memberikan komentar apa-apa.

Kemudian, karena tidak ada satu pun mahasiswa yang mau untuk angkat bicara maka dosen kembali kepada slidenya dan menjelaskan lagi apa yang ada di dalam slide tersebut. Mahasiswa tetap pada aktivitasnya masing-masing. Namun, dosen terlihat ingin sekali mahasiwanya aktif menanggapi apa yang beliau jelaskan.

Setelah sekitar 50 menit dosen menjelaskan materi yang ada dalam slidenya, dosen mencoba untuk menanyakan kepada semua mahasiswa tentang materi yang telah beliau jelaskan. Kali ini, metode untuk membuat mahasiswa aktif agak berbeda dengan metode sebelumnya, dosen tidak lagi bertanya “apa ada yang mau di tanyakan? atau di share?”, namun kali ini dosen lebih focus menanyakan seputar materi yang sedang beliau jelaskan, “ada yang tahu tentang perihal A? (pertanyaan disamarkan), ayo dong jangan pelit-pelit untuk share”, sambil tertawa dosen mencoba untuk membuat mahasiwanya mau menanggapinya. Akan tetapi, mahasiswa tetap saja pada aktifvitasnya masing-masing. Ada yang sekedar tersenyum membalas perkataan dosen tersebut, ada yang komat-kamit tidak jelas, dan ada yang tetap focus kepada laptop sendiri.

Dengan ramahnya dosen berkata “tidak ada ya? Yasudah kalau tidak ada saya lanjtkan”. Kemudian dosen menjelaskan kembali materi tersebut. Jam telah menunjukkan 20.00, artinya satu jam kegiatan belajar mengajar telah berlalu. Pada jam ini, ada seorang mahasiwa yang sudah mulai gelisah cemas melihat ke arah jam tangannya, ada yang tetap menjadi pencatat setia slide-slide yang ditampilkan dosen, ada yang berbicara sendiri, dan ada yang masih sibuk dengan laptopnya. Kemudian, dosen mencoba kembali membuat mahasiswanya bicara, beliau berkata “kok pada diam, ayo dong, saya pingin denger kalian ngomong” (sambil tertawa). namun, mahasiswa tetap tidak ada yang tergerak untuk berbicara, mereka hanya cengengesan menanggapi apa yang dosen katakana. Dosen kembali berkata “apa kalian merasa kesulitan dengan apa yang saya jelaskan? Gimana? Atau saya terlalu cepat?”, mahasiswa tetap tersenyum-senyum dan sebagian mulai ada yang tergerak berbicara “tidak bu”.

Pukul 20.30, dosen telah selesai menjelaskan materi yang ada pada slide terakhirnya. Kemudian beliau kembali bertanya “ada yang mau share pengalaman?”, tetapi mahasiswa tetap tidak ada yang bersedia untuk share ataupun bertanya. Kemudian, dosen berkata lagi “baiklah, karena tidak ada yang bertanya, saya anggap kalian semua sudah paham. Untuk materi minggu depan adalah X dan Z. tolong dipelajari ya, bahannya sudah saya berikan kepada ketua kelas. Minggu depan saya tidak akan berbicara sama sekali. Saya akan langsung bertanya kepada kalian. Pokoknya, minggu depan kalian yang akan banyak menjelaskan”. dosen mencabut kabel LCD dan mematikan laptopnya. Sementara Mahsiswa mulai terlihat bingung untuk memfoto copi materi yang di berikan dosen untuk minggu depan, yaitu tanggal 7 Desember 2012).

Tanggal 7 Desember 2012, pukul 19.00, dosen telah memasuki ruangan. Mahasiswa masih sibuk dengan foto copi materi yang dipegang. Kemudian dosen mulai membuka kuliah, “bagaimana? Sudah siap? Ada yang mau maju? Saya panggil ya, coba A”, kemudian A menjawab bahwa dia masih tida siap. Setelah itu dosen mulai mengambil absen, dan menceklis nama yang bersedia untuk mengemukakan pendapat tentang materi. Ketika dosen menceklis itu tandanya dosen memberikan nilai tambah kepada mahasiswa yang namanya dicklis tersebut. Kemudian, satu per satu mahasiswa mulai mengacungkan tangan, hampir semua mahasiswa mengemukakan pendapatnya. Kelas menjadi aktif ketika para mahasiswa tahu bahwa siapa yang berani dan mau mengemukakan pendapatnya maka akan mendapatkan nilai tambah. Dengan demikian, upaya dosen dengan memberikan reward berupa tambahan nilai bagi mahasiswa yang mau aktif secara lisan di kelas berhasil membuat mahasiswa aktif di kelas. 

Senin, 10 Desember 2012

Toge Goreng

Beberapa hari yang lalu, rekan kerja saya yang namanya Mulyani, akrab di panggil 'Mbak Mul', mengajak saya untuk mencari makan siang. Kebetulan waktu itu saya juga bingung mau menu apa. Akhirnya, saya putuskan untuk ikut Mbak Mul untuk mencari makan siang. Saya tanya pada Mbak Mul : "Mbak Mul, mau makan apa?", setelah sedikit berpikir, dia menjawab "kayaknya Toge Goreng enak deh". Saya yang tidak pernah tahu bagaimana wajah Toge Goreng agak sedikit riskan untuk membeli makanan tersebut. Lalu, saya katakan pada Mbak Mul "aku entar lihat dulu deh, kalau sekiranya menggiurkan, aku juga beli".

Selama perjalanan, saya terus memikirkan bagaimana wajah sang Toge Goreng. Yang ada di pikiran saya, Toge Goreng itu pasti Toge Yang digoreng dengan minyak, kemudian jadi kering dan kriukkk-kriukkk.

"tuh Abang penjual Toge Gorengnya udah keliatan",  Mbak Mul membuyarkan lamunan saya tentang wajah Toge Goreng. Kemudian, kamipun mendekati si abang dan membeli sebungkus.

Selama saya memperhatikan si Abang penjual Toge Goreng memasak Toge Goreng yang dipesan Mbak Mul, tercium aroma yang maknyusssss... benar-benar membuat hidung saya kembang kempis, mantebbb banget baunya. Kemudian, setelah si abang memastikan bahwa Toge yang dia masukkan ke tempat masak bercampur air panas dan di aduk-aduk itu telah terlihat masak, Si Abang kemudian mulai memasukkan mie tepung, daun bawang ke dalam penggorengan berisi sedikit air panas tersebut. Sembari menunggu campuran toge, mie, dan daun bawang itu, Si Abang mulai mengiris-iris ketupat dalam lembar kertas minyak. Kemudian, bahan-bahan dalam penggorengan yang sudah matang itu di seroknya ke atas kertas minyak berisi ketupat, dengan menggunakan dua kayu yang pendek pipih abang menyerok bahan-bahan tersebut hingga ketupat tertutup toge, mie dan daun bawang yang sudah matang. Setelah itu, Abang Toge Goreng menuangkan kertas minyak tersebut ke dalam penggorengan agar air-air yang terbawa saat menyerok toge, mie, dan daun bawang dari penggorengan tidak ikut terbungkus dalam kertas minyak. Setelah memastikan tidak ada sedikitpun air yang terbawa, si abang kemudian menuangkan taucho diatas ketupat, toge, mie dan daun bawang yang teracik rapi di atas kertas minyak. Setelah komplit, si abang membubuhkan sedikit sambal karena Mbak Mul tidak begitu suka pedas. Kemudian, si abang toge goreng membungkus rapi racikannya dan menambahkan satu kerupuk berwarna putih.

Walaupun Toge Goreng telah terbungkus rapi, Tapiiii... Hemmmm... Baunyaaaaaaaa... benar-benar Menusuk-nusuk hidung, dan membuat muut ini berontak untuk ikut menikmati rasanya. Setelah itu, saya langsung memutuskan untuk membelinya juga "saya pesan satu bungkus bang, yang pedes yaa".



TEORI KEBUTUHAN


TUGAS MATA KULIAH : DINAMIKA PRILAKU MANUSIA

A.    Profil Abraham Maslow
Sebelum menganalisis kasus dengan Teori Kebutuhan dari Abraham Maslow, maka terlebih dahulu saya paparkan profile tentang Abraham Maslow. Abraham Maslow lahir 1 April 1908 di Brooklyn, New York, Amerika Serikat. Dia awalnya kuliah di bidang hukum, sebelum akhirnya memilih untuk mempelajari psikologi dan lulus dari Universitas Winconsin. Dia memperoleh gelar PhD pada 1934. Maslow menjadi pelopor aliranpsikologi humanistik yang pada tahun 1950 hingga 1960-an. dia dikenal sebagai “kekuatan ke-tiga” di samping teori Freud dan behaviorisme. Maslow menjadi profesor di Universitas Brandeis dari 1951 hingga 1969, dan menjadi residentfellow untuk Laughlin Institute of California. dia meninggal karena serangan jantung pada 8 Juni 1970. (http://www.scribd.com/doc/86474982/Teori-Kebutuhan-Maslow)

B.     Asumsi dan Teori Kebutuhan
Ahli-ahli teori humanistik menunjukkan bahwa (1) tingkah laku  individu pada mulanya ditentukan oleh bagaimana mereka merasakan dirinya sendiri dan dunia sekitarnya, dan (2) individu bukanlah satu-satunya hasil dari lingkungan mereka seperti yang dikatakan oleh ahli teori tingkah laku, melainkan langsung dari dalam (internal), bebas memilih, dimotivasi oleh keinginan untuk aktualisasi diri (self-actualization) atau memenuhi potensi keunikan mereka sebagai manusia. Abraham Maslow mengatakan bahwa di dalam diri individu ada dua hal:
1.      Suatu usaha yang positif untuk berkembang
2.      Kekuatan untuk melawan atau menolak perkembangan itu
Maslow mengemukakan bahwa individu berperilaku dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan yang bersifat hirarki. Berdasarkana asumsi-asumsi tersebut, kemudian Maslow membagi kebutuhan Manusia menjadi lima, yaitu :
1. Kebutuhan Fisiologis
Teori kebutuhan Maslow yang pertama adalah kebutuhan biologis. Kebutuhan ini terdiri dari kebutuhan oksigen, makanan, air, dan suhu tubuh relatif konstan. Untuk lebih mudahnya, maka kebutuhan ini dapat disebut sebagai kebutuhan akan sang, pangan, dan papan. Jika kebutuhan ini tidak terpenuhi maka manusia akan mengalami gangguan-gangguan fisiologis. Misalnya, sakit ginjal karena kekurangan minum air. 
2. Kebutuhan Keamanan 
Teori kebutuhan Maslow yang berikutnya adalah ketika semua kebutuhan fisiologis puas dan tidak kebutuhan fisiologis tidak lagi mempengaruhi pikiran dan prilaku, maka kebutuhan keamanan dapat menjadi aktif. Orang dewasa memiliki lebih sedikit rasa kebutuhan akan keamanan dari pada anak-anak. Biasanya, orang dewasa timbul rasa kebutuhan akan keamanan pada saat darurat atau periode disorganisasi dalam struktur sosial (seperti kerusuhan).
3. Kebutuhan Cinta dan Kasih Sayang
Teori kebutuhan Maslow selanjutnya adalah kebutuhan sosial. Ketika kebutuhan untuk keselamatan dan kesejahteraan fisiologis terpenuhi, maka kebutuhan yang berikutnya yaitu kebutuhan cinta, sayang dan kepemilikan dapat muncul. Maslow menyatakan bahwa orang mencari untuk mengatasi perasaan kesepian dan keterasingan. Yang dimaksud kebutuhan akan kasih-sayang disini tidak hanya kebutuhan kasih-sayang yang diperlukan oleh sepasang remaja, akan tetapi kasih-sayang ii bias dating dari siapa saja, seperti dari orang tua, teman, atau orang-orang sekitar dimana seseorang tinggal.
4. Kebutuhan Esteem (Harga Diri)
Jika kebutuhan tingkat tiga relatif sudah terpenuhi, maka timbul kebutuhan akan harga diri (esteem needs). Ada dua macam kebutuhan akan harga diri. Pertama, adalah kebutuhan-kebutuhan akan kekuatan, penguasaan, kompetensi, percaya diri dan kemandirian. Sedangkan yang kedua adalah kebutuhan akan penghargaan dari orang lain, status, ketenaran, dominasi, kebanggaan, dianggap penting dan apresiasi dari orang lain.Orang-orang yang terpenuhi kebutuhannya akan harga diri akan tampil sebagai orang yang percaya diri, tidak tergantung pada orang lain dan selalu siap untuk berkembang terus untuk selanjutnya meraih kebutuhan yang tertinggi yaitu aktualisasi diri (self actualization).
5. Kebutuhan Aktualisasi Diri
Tingkat kebutuhan terakhir adalah kebutuhan aktualisasi diri. Aktualisasi diri berasal dari kata actual yang artinya ada atau keberadaan, sedangkan diri artinya adalah orang atau seseorang. Jadi kebutuhan aktualisasi diri merupakan suatu kebutuhan dimana seseorang ingin diakui keberadaannya, kemampuannya, kreativitasnya. Kebutuhan ini merupakan kebutuhan yang terdapat 17 meta kebutuhan yang tidak tersusun secara hirarki, melainkan saling mengisi. 17 meta kebutuhan tersebut yaitu : Kebenaran, Kebaikan, Keindahan atau kecantikan, Keseluruhan (kesatuan), Dikotomi-transedensi, Berkehidupan (berproses, berubah tetapi tetap pada esensinya), Keunikan, Kesempurnaan, Keniscayaan, Penyelesaian, Keadilan, Keteraturan, Kesederhanaan, Kekayaan (banyak variasi, majemuk, tidak ada yang tersembunyi, semua sama penting), Tanpa susah payah (santai, tidak tegang), Bermain (fun, rekreasi, humor), Mencukupi diri sendiri.
Jika berbagai meta kebutuhan tidak terpenuhi maka akan terjadi meta patologi seperti apatisme, kebosanan, putus asa, tidak punya rasa humor lagi, keterasingan, mementingkan diri sendiri, kehilangan selera dan sebagainya.

C.    Kasus
Kasus yang saya ambil adalah kasus yang saya dapatkan dari detiknews.com. kasus ini menceritakan tentang Geng Motor yang dilakukan oleh pemuda Jakarta dan Bandung. Artikel ini berjudul “Latar Belakang Geng Motor Jakarta Beda dengan Banudng. Akan tetapi, saya tidak akan memfokuskan kepada perihal perbedaan latar belakang geng motor Jakarta dan Bandung. Saya akan lebih memfokuskan kasus ini pada prilaku yang dilakukan oleh pemuda, yaitu Geng Motor.
            Fenomena Geng Motor yang dilakukan oleh para pemuda nampaknya telah lama terjadi di Ibu Kota. Namun, keberadaan Geng Motor ini seolah tidak pernah terselesaikan. Padahal, Geng Motor ini sangat meresahkan masyarakat. Geng Motor dapat meresahkan masyarakat karena terdapat 3 prilaku buruk yang dilakukan oleh Geng Motor, yaitu : balapan liar, judi atau taruhan, dan tawuran (pengeroyokan). Ketiga perilaku tersebut jelas sangat merugikan masyarakat sekitar.
           
D.    Analisis Kasus
Masa Remaja adalah masa dimana orang mencari jadi diri yang sesungguhnya. Dalam masa ini, remaja kebanyakan mempunyai jiwa yang masih labil. Remaja memang masa dimana seseorang rentan akan lingkungan, dimana lingkungan remaja itu akan membentuk sebuah watak kepribadian remaja. Dalam pencarian jati diri tersebut, remaja akan mudah terbawa arus. Lingkungan sangat gerperan dalam masa remaja. Ketika lingkungan menawarkan prilaku-prilaku positif maka remaja akan mudah mengiktinya, begitu pula ketika lingkungan menawarkan prilaku yang negative, remaja juga akan menelan mentah-mentah apa yang ditawarkan lingkungan tersebut.
Pada masa remaja, remaja akan menyalurkan segala yang menjadi bakat mereka. Kdang kala, ketika bakat tersebut tidak dapat tersalurkan dengan baik, tak jarang remaja menjadi nekat dan mengambil segala cara untuk menyalurkan apa yang menjadi bakatnya. Oleh karena itu, remaja memerlukan adanya kontrol dari orang-orang disekitarnya. Kontrol tersebut bukan berarti kontrol dengan cara memberikan peraturan yang terlalu keras, tetapi kontrol tersebut dapat berupa kasih sayang dari orang-orang sekitar, terutama orang tua. Remaja yang mendapatkan penuh kasih sayang orang tua akan lebih terkendali dari pada remaja yang hidup tanpa perhatoan orang-orang di sekitar terutama orang tua.
Berbicara masalah Geng Motor dengan Teori Maslow, maka menurut saya Geng Motor dengan prilaku buruk yang mengikutinya seperti : balap liar, judi dan tawuran, timbul akibat dari kurangnya terpenuhi kebutuhan remaja akan kebutuhan kasih sayang, kebutuhan dihargai, dan kebutuhan aktualisasi diri.
Biasanya, remaja yang masuk menjadi anggota Geng Motor dan terlibat prilaku buruk dalam gengnya tersebut adalah remaja-remaja yang latar belakang keluarganya adalah keluarga orang berada. Sehingga, kebutuhan fisiologis bagi mereka dapat dikatakan sudah sangat terpenuhi. Kemudian, kebutuhan akan keamanan juga sangat terpenuhi. Namun, kebutuhan akan kasih sayang biasanya kurang terpenuhi, terutama kasih sayang dari keluarga yakni kasih sayang orang tua. Kebanyakan remaja yang masuk dalam anggota Geng motor merupakan putra dari keluarga yang orang tuanya super sibuk. Sehingga, perhatian kepada putranya sangat kurang. Karena tidak mendapat kasih sayang keluarga tersebut, remaja kemudian mencari kasih sayang di luar rumah. Kasih sayang ini akhirnya mereka dapat dengan teman-teman yang dirasa senasib, yaitu dalam Geng Motor. Dalam Geng Motor mereka mendapatkan kasih sayang antar teman yang teramat dalam. Mereka akan merasa bahwa teman dalam Geng Motor bahkan lebih memperhatikan mereka dari pada keluarga mereka sendiri. Sehingga, tak heran ketika remaja sudah masuk dalam anggota Geng Motor kemudian mereka jarang pulang, hal ini karena di dalam Geng Motor tersebut mereka mendapatkan apa yang mereka butuhakn, yakni kebutuhan akan kasih sayang. Selain itu, ketika sudah masuk dalam Geng Motor, maka ikatan personilnya akan semakin kuat rekat, ketika ada salah seorang anggota Geng disakiti orang lain maka anggota yang lain akan merasa tersakiti juga. Akhirnya, terjadilah tawuran.
Selain kurangnya kebutuhan akan kasih sayang, saya juga melihat bahwa seseorang mengikuti Geng Motor karena mereka juga merasa kebutuhan harga diri kurang terpenuhi. harga diri yang dimaksud disini adalah kebutuhan dimana seorang remaja ingin mendapatkan apresiasi dari orang lain, utamanya dari keluarga. Karena kebuthan ini tidak terpenuhi maka sama halnya seperti kebuthan akan kasih sayang, ketika di dalam keluarganya orang tidak mendapatkan kebutuhan harga diri tersebut, maka dia akan mencari jawaban kebutuhan tersebut di luar rumah. Ketika di luar rumah mereka mendapatkan apa yang dia cari kemudin mereka merasa nyaman dengan yang dia dapatkan, maka mereka akan lebih betah diluar rumah. Sama halnya dengan Geng Motor, ketika anggota Geng terpenuhi kebutuhan harga dirinya di dalam geng tersebut, maka orang akan lebih mementingkan geng motor dari pada keluarganya. Misalnya, dalam geng mtoor ketika remaja melakukan balap liar kemudian dia menang maka dia akan mendapatkan apresiasi dari kawan-kawan satu geng.
Aktualisasi diri dalam kehidupan juga menjadi kebutuhan bagi manusia, bahkan Maslow mengatakan bahwa kebutuhan akan aktualisasi diri adalah tingkat kebuuhan yang paling tinggi, seperti yang digambarkannya dalam piramida kebutuhan maka kebutuhan aktualisasi berada di paling puncak kebutuhan. Sama halnya dengan kebutuhan-kebutuhan yang sebelumnya telah saya paparkan, ketika kebutuhan tidak terpenuhi di dalam rumah atau dalam keluarga maka orang akan mencari kebutuhan di laur rumah. Begitu halnya dengan kebutuhan aktualisasi diri pada remaja. Ketika mereka tidak mendapatkan jawaban atas kebutuhan mereka di dalam keluarga mereka dari orang-orang yang berada di sekitar mereka maka jawaban atas kebutuhan tersebut akan dicari diluar rumah. Bahkan, maslow mengatakan, ketika kebutuhan aktualisasi diri tidak terpenuhi maka orang cenderung akan melakukan tindakan patologis.
Begitu halnya dengan remaja yang tergabung dalam Geng Motor kemudian mereka melakukan prilaku-prilaku yang tidak baik seperti balap liar, judi dan tawuran. Perbuatan-perbuatan yang mengakibatkan resah maysarakat ini sebenarnya timbul karena kurangnya terpenuhi kebutuhan aktualisasi diri yang dirasakan oleh remaja.

E.     Alternatif Solusi Pemecahan Kasus
·                     Dalam pendekatan humanistik, orang tua diajarkan untuk mencerminkan perasaan anak-anak mereka dan membantu mereka tumbuh dalam kesadaran diri dan pemahaman, serta memfasilitasi kematangan psikologis anak-anak mereka. Abraham Maslow melengkapi pemikiran tersebut dengan teori motivasi. Menurutnya, potensi-potensi unik seorang anak akan muncul apabila diberi motivasi dengan cara penyampaian wawasan, contoh orang tua, pergaulan dengan teman lain, maupun pengalaman langsung. Dalam praktik pengasuhan, orang tua dianggap sebagai fasilitator yaitu menyediakan lingkungan dan sarana belajar anak untuk mengembangkan potensinya. Semakin dipenuhinya fasilitas yang dibutuhkan anak, akan semakin berkembang potensi-potensi yang dimiliki seorang anak. Selain itu, orang tua harus berperan sebagai motivator. Peran ini dilakukan dengan memberikan dorongan dan dukungan bagi berbagai hal yang menjadi minat seorang anak. Apabila anak melakukan kekeliruan tidak disalahkan atau disudutkan tetapi diberi berikan bimbingan dengan kalimat-kalimat yang membangkitkan semangat. Sehingga anak terpacu untuk melakukan tugasnya dan semakin tinggi tingkat pengaktualisasiannya. Jadi, peran Orang tua dalam memenuhi kebutuhan anak adalah sangat pentintg. Tidak hanya kebutuhan fisiologis dan keamanan, tetapi juga kebutuhan kasih sayang, harga diri, dan aktualisasi diri.
·                     Sebenarnya, Balap Motor bukanlah prilaku yang buruk, akan tetapi kata ‘liar’nya itulah yang menjadikan balap motor menjadi buruk. Oleh karena itu, balap motor yang di salurkan dengan tepat, maka tidak buruk justru menjadi prestasi yang membanggakan. Asalkan, balap motor tersebut harus sesuai dengan peraturan yang berlaku, balapan di tempat yang telah disediakan sehingga tidak merisaukan masyarakat. Apabila bakat balap motor tersebut disalurkan dengan benar maka bisa saja orang dapat menajdi sang Juara seperti Falentino Rossi.

Saya Gak Mau TUHAN

Saat kawan-kawan baca Judul ini, mungkin kawan-kawan bakalan bilang "wah, parah nih Belgis, bisa-bisanya bilang kayak gitu", atau "hah !! Saya Gak Mau TUHAN? maksudnyaaa???", atau yang lebih ekstrim "Astaghfirullah...., bisa-bisanya si Belgis ngomong kayak gini". Eittssssss.. Jangan su'udzan dulu yaaa. Judul ini adalah secuil kalimat yang muncul dari lesan saya waktu saya kecil. Mau tahu tahu kelanjutan kisahnya? Cekidottttttttt.... :D

*******
Saat itu usia saya empat setengah tahun. Masa itu adalah masa-masa saya masuk sekolah TK nol Kecil. Sebelum masuk sekolah, baik Mama maupun Papa selalu mengajari saya tentang materi-materi dasar yang memang perlu dikonsumsi oleh anak seusia saya. Mama selalu berprinsip bahwa orang tua adalah guru pertama bagi anak. Oleh karena itu, Mama selalu bagi tugas dengan Papa untuk memberikan privat kepada saya. Papa membimbing saya tentang materi-materi yang berkaitan dengan pelajaran Matematika, Sejarah Indonesia, dan Pelajaran Membaca. Sedangkan Mama yang membimbing saya tentang materi-materi yang berkaitan dengan pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris Dasar, dan Tulis-menulis. Untuk materi tentang Agama Islam, seperti tata cara Sholat, Sejarah para Nabi dan Sahabat, serta doa-doa yang harus dipraktekkan dalam kehidupan sehari-sehari, bukan hanya bagian Mama atau hanya bagian Papa, tetapi bagian keduanya.

Super ego yang ditanamkan oleh Mama dan Papa tentang masuk kamar mandi harus mendahulukan kaki kiri dan membaca doa, kemudian keluar kamar mandi mendahulukan kaki kanan dan membaca doa, mau tidur membaca doa, bagun tidur membaca doa, mau belajar membaca doa, selesai belajar membaca doa, mau makan membaca doa, selesai makan membaca doa, senantiasa saya praktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga, karena saya terus menerus mempraktekkannya maka layaknya Teori Behaviorisme yang mengatakan bahwa "prilaku yang terus-menerus dipraktikkan maka akan menjadi kebiasaan", begitu juga dengan kebiasaan saya melafalkan doa-doa tersebut ketika 'akan' ataupun 'usai' melakukan sesutau.

Saya, adalah seorang yang selalu patuh terhadap apa yang diperintah oleh orang tua dan guru. Berbicara soal kepatuhan, saya jadi teringat bahwa panggilan Mama yang berganti Ibu dan panggilan Papa yang berganti Ayah itu juga karena implikasi dari kepatuhan saya terhadap guru agama saya. Waktu itu, guru agama saya bertanya kepada semua muridnya, "kalian kepada orang tua panggil apa?". Berbagai jawaban di lontarkan oleh teman-teman, ada yang memanggil "bapak dan emak", "abah dan emak", "ibu dan bapak", "bapak dan mama", dan saya pun menjawab "mama dan papa". Setelah mendengar semua jawaban murid-muridnya, guru agama tersebut berkata "jangan memanggil orang tua dengan mama dan papa, seperti orang kristen", katanya. Saya yang masih kecil langsung menelan mentah-mentah apa yang dikatakan guru agama saya tersebut. Setelah itu, spontan saya langsung mengubah panggilan mama menjadi ibu, dan panggilan papa menjadi ayah. :D

Kembali ke kebiasaan doa. Setelah ayah dan ibu berhasil membuat saya selalu berdoa sebelum dan setelah melaksanakan aktivitas, maka dimanapun, dan kapanpun, doa-doa itu selalu melekat dengan diri saya. Sehingga, suatu saat ketika saya sudah mulai masuk sekolah TK, saya selalu berharap bahwa hari sabtu, ketika jam makan bersama, saya bisa dengan lantang berdoa dengan doa sebelum dan setelah makan yang diajarkan ayah dan ibu.

Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, dan tibalah hari sabtu. Hari Sabtu ini adalah hari yang menunjukkan bahwa saya telah genap seminggu belajar di TK ini. Seragam sekolah saya juga sudah jadi. Sehingga, hari Senin depan saya sudah dapat mengenakannya ke sekolah. Berbeda dari hari-hari biasanya. Pada Hari Sabtu, siswa-siswi selalu diminta membawa bekal masing-masing oleh guru TK. Alasannya, karena setiap Hari Sabtu Pagi kami berolahraga dan setelah berolahraga, ada jam makan siang. Inilah hari dan jam yang paling saya tunggu-tunggu. Saya sangat berharap ketika jam makan siang nanti, saya bisa melafalkan dengan lantang dan tepat doa sebelum makan yang telah di ajarkan ibu dan ayah. Dengan begitu, ibu saya yang melihat saya di depan pintu TK menjadi tersenyum senang melihat saya hafal doa yang telah beliau ajarkan.

Jam makan siang pun tiba. Semua siswa telah bersiap makan bekal yang dimasak oleh tangan halus ibu masing-masing. Bekal tersebut kami siapkan di atas meja. Kemudian, ibu guru datang, beliau mengajak kami berdoa, "anak-anakku, sebelum makan mari kita berdoa : Yaa... Tuhan, Terimakasih atas...", sebelum ibu guru selesai memimpin doa, tiba-tiba saya menjerit nangis histeris, saya berlari kearah ibu saya, dan menangis sejadi-jadinya dengan berkata "Saya Gak mau berdoa Ya TUHAN, saya mau berdoa Allahummabaariklanaa fiimaa rojaktana waqinaa adzabannar, Saya Gak mau TUHAN, saya mau ALLAH".

Kamis, 06 Desember 2012

h_4 ever





Even though I tell it not to go, even though I tell it to stop 
My heart keeps going towards you 
It doesn't wear out, it doesn't decrease 
Why is my love like this 

One by one, I count and count the memories 
My heart can't rest for even a moment 
It'll just become baggage that becomes hard to control 
Why can't I even throw them away 

Really, my heart must have done something somehow 
I must have become a fool that's blind from love 
Just one place, everyday one place 
Looking at the sad light that is you 
Even the tear glands must be broken 
My tears won't stop 
I love only you, only you 
Can't you just tell me? 

Even if I hold out my hands, no matter how much I call out 
You're always far from me 
It'll be a love that becomes painful scars 
Why can't I erase it 

Really, my heart must have done something somehow 
I must have become a fool that's blind from love 
Just one place, everyday one place 
Looking at the sad light that is you 
Even the tear glands must be broken 
My tears won't stop 
Just one word... the one phrase that you love 
Can't you just tell me? 

I try to comfort myself with the lie that I'm happy if you just smile 
Because the place you're going towards is not me 
The lonely tears flow 

Really, my heart must have done something somehow 
I must have gone crazy over this hard love 
Can't have you, can't forget you 
Waiting for you day by day 

I must have gotten I'll from missing you so much 
From loving you too much 
Just one thing... your heart, that one thing 
Can't you just share it with me 

Kamu

kamu, lagi-lagi gentayangan menggangguku
tak puaskah kamu dengan laku-lakuanmu padaku di masa lalu?
kini aku sudah tenang dan sedikit melupakan
tapi kemudian kamu datang dan datang
tak sadarkah bahwa dirimu kini milik orang?

ingin ku sambut sapamu
tapi waktu telah membelengguku
hukum berada jelas antaramu dan aku

maka pergilah jauh dariku
jangan lagi kau buat aku mengingatmu
karena itu hanya akan melukai hatiku

tolong, hindari aku, dan campakkan aku
agar lebih mudah aku melupakanmu
agar aku bisa tersenyum menatap hidupku
agar aku bisa membuka hatiku untuk selainmu

jangan penjara hatiku dengan kemunculanmu
karena mungkin saja aku bisa rindu

biarkan aku tertawa tanpamu
dan benar-benar membuka untuk selainmu