Selama perjalanan, saya terus memikirkan bagaimana wajah sang Toge Goreng. Yang ada di pikiran saya, Toge Goreng itu pasti Toge Yang digoreng dengan minyak, kemudian jadi kering dan kriukkk-kriukkk.
"tuh Abang penjual Toge Gorengnya udah keliatan", Mbak Mul membuyarkan lamunan saya tentang wajah Toge Goreng. Kemudian, kamipun mendekati si abang dan membeli sebungkus.
Selama saya memperhatikan si Abang penjual Toge Goreng memasak Toge Goreng yang dipesan Mbak Mul, tercium aroma yang maknyusssss... benar-benar membuat hidung saya kembang kempis, mantebbb banget baunya. Kemudian, setelah si abang memastikan bahwa Toge yang dia masukkan ke tempat masak bercampur air panas dan di aduk-aduk itu telah terlihat masak, Si Abang kemudian mulai memasukkan mie tepung, daun bawang ke dalam penggorengan berisi sedikit air panas tersebut. Sembari menunggu campuran toge, mie, dan daun bawang itu, Si Abang mulai mengiris-iris ketupat dalam lembar kertas minyak. Kemudian, bahan-bahan dalam penggorengan yang sudah matang itu di seroknya ke atas kertas minyak berisi ketupat, dengan menggunakan dua kayu yang pendek pipih abang menyerok bahan-bahan tersebut hingga ketupat tertutup toge, mie dan daun bawang yang sudah matang. Setelah itu, Abang Toge Goreng menuangkan kertas minyak tersebut ke dalam penggorengan agar air-air yang terbawa saat menyerok toge, mie, dan daun bawang dari penggorengan tidak ikut terbungkus dalam kertas minyak. Setelah memastikan tidak ada sedikitpun air yang terbawa, si abang kemudian menuangkan taucho diatas ketupat, toge, mie dan daun bawang yang teracik rapi di atas kertas minyak. Setelah komplit, si abang membubuhkan sedikit sambal karena Mbak Mul tidak begitu suka pedas. Kemudian, si abang toge goreng membungkus rapi racikannya dan menambahkan satu kerupuk berwarna putih.
Walaupun Toge Goreng telah terbungkus rapi, Tapiiii... Hemmmm... Baunyaaaaaaaa... benar-benar Menusuk-nusuk hidung, dan membuat muut ini berontak untuk ikut menikmati rasanya. Setelah itu, saya langsung memutuskan untuk membelinya juga "saya pesan satu bungkus bang, yang pedes yaa".

Tidak ada komentar:
Posting Komentar