TUGAS MATA KULIAH : DINAMIKA PRILAKU MANUSIA
A. Profil Abraham Maslow
Sebelum menganalisis kasus
dengan Teori Kebutuhan dari Abraham Maslow, maka terlebih dahulu saya paparkan
profile tentang Abraham Maslow. Abraham Maslow lahir 1 April 1908 di
Brooklyn , New York ,
Amerika Serikat. Dia awalnya kuliah di bidang hukum, sebelum akhirnya memilih
untuk mempelajari psikologi dan lulus dari Universitas Winconsin. Dia
memperoleh gelar PhD pada 1934. Maslow menjadi pelopor aliranpsikologi
humanistik yang pada tahun 1950 hingga 1960-an. dia dikenal sebagai “kekuatan
ke-tiga” di samping teori Freud dan behaviorisme. Maslow menjadi profesor di
Universitas Brandeis dari 1951 hingga 1969, dan menjadi residentfellow untuk
Laughlin Institute of California. dia meninggal karena serangan jantung pada 8
Juni 1970. (http://www.scribd.com/doc/86474982/Teori-Kebutuhan-Maslow)
B. Asumsi dan Teori Kebutuhan
Ahli-ahli teori humanistik
menunjukkan bahwa (1) tingkah laku individu pada mulanya ditentukan oleh
bagaimana mereka merasakan dirinya sendiri dan dunia sekitarnya, dan (2) individu
bukanlah satu-satunya hasil dari lingkungan mereka seperti yang dikatakan oleh
ahli teori tingkah laku, melainkan langsung dari dalam (internal), bebas
memilih, dimotivasi oleh keinginan untuk aktualisasi diri (self-actualization)
atau memenuhi potensi keunikan mereka sebagai manusia. Abraham Maslow
mengatakan bahwa di dalam diri individu ada dua hal:
1. Suatu
usaha yang positif untuk berkembang
2. Kekuatan
untuk melawan atau menolak perkembangan itu
Maslow
mengemukakan bahwa individu berperilaku dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan
yang bersifat hirarki. Berdasarkana asumsi-asumsi tersebut, kemudian Maslow
membagi kebutuhan Manusia menjadi lima, yaitu : 

1. Kebutuhan Fisiologis
Teori kebutuhan Maslow yang
pertama adalah kebutuhan biologis. Kebutuhan ini terdiri dari kebutuhan
oksigen, makanan, air, dan suhu tubuh relatif konstan. Untuk lebih mudahnya,
maka kebutuhan ini dapat disebut sebagai kebutuhan akan sang, pangan, dan papan.
Jika kebutuhan ini tidak terpenuhi maka manusia akan mengalami
gangguan-gangguan fisiologis. Misalnya, sakit ginjal karena kekurangan minum
air.
2. Kebutuhan Keamanan
Teori
kebutuhan Maslow yang berikutnya adalah ketika semua kebutuhan fisiologis
puas dan tidak kebutuhan fisiologis tidak lagi mempengaruhi pikiran dan prilaku,
maka kebutuhan keamanan dapat menjadi aktif. Orang dewasa memiliki lebih
sedikit rasa kebutuhan akan keamanan dari pada anak-anak. Biasanya, orang
dewasa timbul rasa kebutuhan akan keamanan pada saat darurat atau periode
disorganisasi dalam struktur sosial (seperti kerusuhan).
3. Kebutuhan Cinta dan Kasih
Sayang
Teori kebutuhan Maslow selanjutnya adalah kebutuhan sosial. Ketika kebutuhan
untuk keselamatan dan kesejahteraan fisiologis terpenuhi, maka kebutuhan yang
berikutnya yaitu kebutuhan cinta, sayang dan kepemilikan dapat muncul. Maslow
menyatakan bahwa orang mencari untuk mengatasi perasaan kesepian dan
keterasingan. Yang dimaksud kebutuhan akan kasih-sayang disini tidak hanya
kebutuhan kasih-sayang yang diperlukan oleh sepasang remaja, akan tetapi
kasih-sayang ii bias dating dari siapa saja, seperti dari orang tua, teman,
atau orang-orang sekitar dimana seseorang tinggal.
4. Kebutuhan Esteem (Harga
Diri)
Jika kebutuhan tingkat tiga relatif sudah
terpenuhi, maka timbul kebutuhan akan harga diri (esteem needs). Ada dua macam kebutuhan akan harga
diri. Pertama, adalah kebutuhan-kebutuhan akan kekuatan, penguasaan,
kompetensi, percaya diri dan kemandirian. Sedangkan yang kedua adalah kebutuhan
akan penghargaan dari orang lain, status, ketenaran, dominasi, kebanggaan,
dianggap penting dan apresiasi dari orang lain.Orang-orang yang terpenuhi
kebutuhannya akan harga diri akan tampil sebagai orang yang percaya diri, tidak
tergantung pada orang lain dan selalu siap untuk berkembang terus untuk
selanjutnya meraih kebutuhan yang tertinggi yaitu aktualisasi diri (self actualization).
5. Kebutuhan Aktualisasi Diri
Tingkat
kebutuhan terakhir adalah kebutuhan aktualisasi diri. Aktualisasi diri berasal
dari kata actual yang artinya ada atau keberadaan, sedangkan diri artinya
adalah orang atau seseorang. Jadi kebutuhan aktualisasi diri merupakan suatu
kebutuhan dimana seseorang ingin diakui keberadaannya, kemampuannya,
kreativitasnya. Kebutuhan ini
merupakan kebutuhan yang terdapat 17 meta kebutuhan yang tidak tersusun secara
hirarki, melainkan saling mengisi. 17 meta kebutuhan tersebut yaitu :
Kebenaran, Kebaikan, Keindahan atau kecantikan, Keseluruhan (kesatuan),
Dikotomi-transedensi, Berkehidupan (berproses, berubah tetapi tetap pada
esensinya), Keunikan, Kesempurnaan, Keniscayaan, Penyelesaian, Keadilan,
Keteraturan, Kesederhanaan, Kekayaan (banyak variasi, majemuk, tidak ada yang
tersembunyi, semua sama penting), Tanpa susah payah (santai, tidak tegang),
Bermain (fun, rekreasi, humor), Mencukupi diri sendiri.
Jika berbagai meta
kebutuhan tidak terpenuhi maka akan terjadi meta patologi seperti apatisme,
kebosanan, putus asa, tidak punya rasa humor lagi, keterasingan, mementingkan
diri sendiri, kehilangan selera dan sebagainya.
C. Kasus
Kasus
yang saya ambil adalah kasus yang saya dapatkan dari detiknews.com. kasus ini
menceritakan tentang Geng Motor yang dilakukan oleh pemuda Jakarta
dan Bandung .
Artikel ini berjudul “Latar Belakang Geng Motor Jakarta Beda dengan Banudng.
Akan tetapi, saya tidak akan memfokuskan kepada perihal perbedaan latar
belakang geng motor Jakarta dan Bandung . Saya akan lebih memfokuskan kasus
ini pada prilaku yang dilakukan oleh pemuda, yaitu Geng Motor.
Fenomena Geng Motor yang dilakukan
oleh para pemuda nampaknya telah lama terjadi di Ibu Kota . Namun, keberadaan Geng Motor ini seolah
tidak pernah terselesaikan. Padahal, Geng Motor ini sangat meresahkan
masyarakat. Geng Motor dapat meresahkan masyarakat karena terdapat 3 prilaku
buruk yang dilakukan oleh Geng Motor, yaitu : balapan liar, judi atau taruhan,
dan tawuran (pengeroyokan). Ketiga perilaku tersebut jelas sangat merugikan
masyarakat sekitar.
D. Analisis Kasus
Masa Remaja adalah masa dimana orang
mencari jadi diri yang sesungguhnya. Dalam masa ini, remaja kebanyakan
mempunyai jiwa yang masih labil. Remaja memang masa dimana seseorang rentan
akan lingkungan, dimana lingkungan remaja itu akan membentuk sebuah watak
kepribadian remaja. Dalam pencarian jati diri tersebut, remaja akan mudah
terbawa arus. Lingkungan sangat gerperan dalam masa remaja. Ketika lingkungan
menawarkan prilaku-prilaku positif maka remaja akan mudah mengiktinya, begitu
pula ketika lingkungan menawarkan prilaku yang negative, remaja juga akan
menelan mentah-mentah apa yang ditawarkan lingkungan tersebut.
Pada masa remaja, remaja akan menyalurkan
segala yang menjadi bakat mereka. Kdang kala, ketika bakat tersebut tidak dapat
tersalurkan dengan baik, tak jarang remaja menjadi nekat dan mengambil segala
cara untuk menyalurkan apa yang menjadi bakatnya. Oleh karena itu, remaja
memerlukan adanya kontrol dari orang-orang disekitarnya. Kontrol tersebut bukan
berarti kontrol dengan cara memberikan peraturan yang terlalu keras, tetapi
kontrol tersebut dapat berupa kasih sayang dari orang-orang sekitar, terutama
orang tua. Remaja yang mendapatkan penuh kasih sayang orang tua akan lebih
terkendali dari pada remaja yang hidup tanpa perhatoan orang-orang di sekitar
terutama orang tua.
Berbicara masalah Geng Motor dengan Teori
Maslow, maka menurut saya Geng Motor dengan prilaku buruk yang mengikutinya
seperti : balap liar, judi dan tawuran, timbul akibat dari kurangnya terpenuhi
kebutuhan remaja akan kebutuhan kasih sayang, kebutuhan dihargai, dan kebutuhan
aktualisasi diri.
Biasanya, remaja yang masuk menjadi
anggota Geng Motor dan terlibat prilaku buruk dalam gengnya tersebut adalah
remaja-remaja yang latar belakang keluarganya adalah keluarga orang berada.
Sehingga, kebutuhan fisiologis bagi mereka dapat dikatakan sudah sangat
terpenuhi. Kemudian, kebutuhan akan keamanan juga sangat terpenuhi. Namun,
kebutuhan akan kasih sayang biasanya kurang terpenuhi, terutama kasih sayang
dari keluarga yakni kasih sayang orang tua. Kebanyakan remaja yang masuk dalam
anggota Geng motor merupakan putra dari keluarga yang orang tuanya super sibuk.
Sehingga, perhatian kepada putranya sangat kurang. Karena tidak mendapat kasih
sayang keluarga tersebut, remaja kemudian mencari kasih sayang di luar rumah.
Kasih sayang ini akhirnya mereka dapat dengan teman-teman yang dirasa senasib,
yaitu dalam Geng Motor. Dalam Geng Motor mereka mendapatkan kasih sayang antar
teman yang teramat dalam. Mereka akan merasa bahwa teman dalam Geng Motor
bahkan lebih memperhatikan mereka dari pada keluarga mereka sendiri. Sehingga,
tak heran ketika remaja sudah masuk dalam anggota Geng Motor kemudian mereka
jarang pulang, hal ini karena di dalam Geng Motor tersebut mereka mendapatkan
apa yang mereka butuhakn, yakni kebutuhan akan kasih sayang. Selain itu, ketika
sudah masuk dalam Geng Motor, maka ikatan personilnya akan semakin kuat rekat,
ketika ada salah seorang anggota Geng disakiti orang lain maka anggota yang
lain akan merasa tersakiti juga. Akhirnya, terjadilah tawuran.
Selain kurangnya kebutuhan akan kasih
sayang, saya juga melihat bahwa seseorang mengikuti Geng Motor karena mereka
juga merasa kebutuhan harga diri kurang terpenuhi. harga diri yang dimaksud
disini adalah kebutuhan dimana seorang remaja ingin mendapatkan apresiasi dari
orang lain, utamanya dari keluarga. Karena kebuthan ini tidak terpenuhi maka
sama halnya seperti kebuthan akan kasih sayang, ketika di dalam keluarganya
orang tidak mendapatkan kebutuhan harga diri tersebut, maka dia akan mencari
jawaban kebutuhan tersebut di luar rumah. Ketika di luar rumah mereka mendapatkan
apa yang dia cari kemudin mereka merasa nyaman dengan yang dia dapatkan, maka mereka
akan lebih betah diluar rumah. Sama halnya dengan Geng Motor, ketika anggota
Geng terpenuhi kebutuhan harga dirinya di dalam geng tersebut, maka orang akan
lebih mementingkan geng motor dari pada keluarganya. Misalnya, dalam geng mtoor
ketika remaja melakukan balap liar kemudian dia menang maka dia akan
mendapatkan apresiasi dari kawan-kawan satu geng.
Aktualisasi diri dalam kehidupan juga
menjadi kebutuhan bagi manusia, bahkan Maslow mengatakan bahwa kebutuhan akan
aktualisasi diri adalah tingkat kebuuhan yang paling tinggi, seperti yang
digambarkannya dalam piramida kebutuhan maka kebutuhan aktualisasi berada di
paling puncak kebutuhan. Sama halnya dengan kebutuhan-kebutuhan yang sebelumnya
telah saya paparkan, ketika kebutuhan tidak terpenuhi di dalam rumah atau dalam
keluarga maka orang akan mencari kebutuhan di laur rumah. Begitu halnya dengan
kebutuhan aktualisasi diri pada remaja. Ketika mereka tidak mendapatkan jawaban
atas kebutuhan mereka di dalam keluarga mereka dari orang-orang yang berada di
sekitar mereka maka jawaban atas kebutuhan tersebut akan dicari diluar rumah.
Bahkan, maslow mengatakan, ketika kebutuhan aktualisasi diri tidak terpenuhi
maka orang cenderung akan melakukan tindakan patologis.
Begitu halnya dengan remaja yang tergabung
dalam Geng Motor kemudian mereka melakukan prilaku-prilaku yang tidak baik
seperti balap liar, judi dan tawuran. Perbuatan-perbuatan yang mengakibatkan
resah maysarakat ini sebenarnya timbul karena kurangnya terpenuhi kebutuhan
aktualisasi diri yang dirasakan oleh remaja.
E. Alternatif Solusi Pemecahan Kasus
·
Dalam pendekatan humanistik, orang tua diajarkan
untuk mencerminkan perasaan anak-anak mereka dan membantu mereka tumbuh dalam
kesadaran diri dan pemahaman, serta memfasilitasi kematangan psikologis
anak-anak mereka. Abraham Maslow melengkapi pemikiran tersebut dengan teori
motivasi. Menurutnya, potensi-potensi unik seorang anak akan muncul apabila
diberi motivasi dengan cara penyampaian wawasan, contoh orang tua, pergaulan
dengan teman lain, maupun pengalaman langsung. Dalam praktik pengasuhan, orang
tua dianggap sebagai fasilitator yaitu menyediakan lingkungan dan sarana
belajar anak untuk mengembangkan potensinya. Semakin dipenuhinya fasilitas yang
dibutuhkan anak, akan semakin berkembang potensi-potensi yang dimiliki seorang
anak. Selain itu, orang tua harus berperan sebagai motivator. Peran ini
dilakukan dengan memberikan dorongan dan dukungan bagi berbagai hal yang
menjadi minat seorang anak. Apabila anak melakukan kekeliruan tidak disalahkan
atau disudutkan tetapi diberi berikan bimbingan dengan kalimat-kalimat yang
membangkitkan semangat. Sehingga anak terpacu untuk melakukan tugasnya dan
semakin tinggi tingkat pengaktualisasiannya. Jadi, peran Orang tua dalam
memenuhi kebutuhan anak adalah sangat pentintg. Tidak hanya kebutuhan
fisiologis dan keamanan, tetapi juga kebutuhan kasih sayang, harga diri, dan
aktualisasi diri.
·
Sebenarnya, Balap Motor bukanlah prilaku yang
buruk, akan tetapi kata ‘liar’nya itulah yang menjadikan balap motor menjadi
buruk. Oleh karena itu, balap motor yang di salurkan dengan tepat, maka tidak
buruk justru menjadi prestasi yang membanggakan. Asalkan, balap motor tersebut
harus sesuai dengan peraturan yang berlaku, balapan di tempat yang telah
disediakan sehingga tidak merisaukan masyarakat. Apabila bakat balap motor
tersebut disalurkan dengan benar maka bisa saja orang dapat menajdi sang Juara
seperti Falentino Rossi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar