Label

Senin, 10 Desember 2012

TEORI KEBUTUHAN


TUGAS MATA KULIAH : DINAMIKA PRILAKU MANUSIA

A.    Profil Abraham Maslow
Sebelum menganalisis kasus dengan Teori Kebutuhan dari Abraham Maslow, maka terlebih dahulu saya paparkan profile tentang Abraham Maslow. Abraham Maslow lahir 1 April 1908 di Brooklyn, New York, Amerika Serikat. Dia awalnya kuliah di bidang hukum, sebelum akhirnya memilih untuk mempelajari psikologi dan lulus dari Universitas Winconsin. Dia memperoleh gelar PhD pada 1934. Maslow menjadi pelopor aliranpsikologi humanistik yang pada tahun 1950 hingga 1960-an. dia dikenal sebagai “kekuatan ke-tiga” di samping teori Freud dan behaviorisme. Maslow menjadi profesor di Universitas Brandeis dari 1951 hingga 1969, dan menjadi residentfellow untuk Laughlin Institute of California. dia meninggal karena serangan jantung pada 8 Juni 1970. (http://www.scribd.com/doc/86474982/Teori-Kebutuhan-Maslow)

B.     Asumsi dan Teori Kebutuhan
Ahli-ahli teori humanistik menunjukkan bahwa (1) tingkah laku  individu pada mulanya ditentukan oleh bagaimana mereka merasakan dirinya sendiri dan dunia sekitarnya, dan (2) individu bukanlah satu-satunya hasil dari lingkungan mereka seperti yang dikatakan oleh ahli teori tingkah laku, melainkan langsung dari dalam (internal), bebas memilih, dimotivasi oleh keinginan untuk aktualisasi diri (self-actualization) atau memenuhi potensi keunikan mereka sebagai manusia. Abraham Maslow mengatakan bahwa di dalam diri individu ada dua hal:
1.      Suatu usaha yang positif untuk berkembang
2.      Kekuatan untuk melawan atau menolak perkembangan itu
Maslow mengemukakan bahwa individu berperilaku dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan yang bersifat hirarki. Berdasarkana asumsi-asumsi tersebut, kemudian Maslow membagi kebutuhan Manusia menjadi lima, yaitu :
1. Kebutuhan Fisiologis
Teori kebutuhan Maslow yang pertama adalah kebutuhan biologis. Kebutuhan ini terdiri dari kebutuhan oksigen, makanan, air, dan suhu tubuh relatif konstan. Untuk lebih mudahnya, maka kebutuhan ini dapat disebut sebagai kebutuhan akan sang, pangan, dan papan. Jika kebutuhan ini tidak terpenuhi maka manusia akan mengalami gangguan-gangguan fisiologis. Misalnya, sakit ginjal karena kekurangan minum air. 
2. Kebutuhan Keamanan 
Teori kebutuhan Maslow yang berikutnya adalah ketika semua kebutuhan fisiologis puas dan tidak kebutuhan fisiologis tidak lagi mempengaruhi pikiran dan prilaku, maka kebutuhan keamanan dapat menjadi aktif. Orang dewasa memiliki lebih sedikit rasa kebutuhan akan keamanan dari pada anak-anak. Biasanya, orang dewasa timbul rasa kebutuhan akan keamanan pada saat darurat atau periode disorganisasi dalam struktur sosial (seperti kerusuhan).
3. Kebutuhan Cinta dan Kasih Sayang
Teori kebutuhan Maslow selanjutnya adalah kebutuhan sosial. Ketika kebutuhan untuk keselamatan dan kesejahteraan fisiologis terpenuhi, maka kebutuhan yang berikutnya yaitu kebutuhan cinta, sayang dan kepemilikan dapat muncul. Maslow menyatakan bahwa orang mencari untuk mengatasi perasaan kesepian dan keterasingan. Yang dimaksud kebutuhan akan kasih-sayang disini tidak hanya kebutuhan kasih-sayang yang diperlukan oleh sepasang remaja, akan tetapi kasih-sayang ii bias dating dari siapa saja, seperti dari orang tua, teman, atau orang-orang sekitar dimana seseorang tinggal.
4. Kebutuhan Esteem (Harga Diri)
Jika kebutuhan tingkat tiga relatif sudah terpenuhi, maka timbul kebutuhan akan harga diri (esteem needs). Ada dua macam kebutuhan akan harga diri. Pertama, adalah kebutuhan-kebutuhan akan kekuatan, penguasaan, kompetensi, percaya diri dan kemandirian. Sedangkan yang kedua adalah kebutuhan akan penghargaan dari orang lain, status, ketenaran, dominasi, kebanggaan, dianggap penting dan apresiasi dari orang lain.Orang-orang yang terpenuhi kebutuhannya akan harga diri akan tampil sebagai orang yang percaya diri, tidak tergantung pada orang lain dan selalu siap untuk berkembang terus untuk selanjutnya meraih kebutuhan yang tertinggi yaitu aktualisasi diri (self actualization).
5. Kebutuhan Aktualisasi Diri
Tingkat kebutuhan terakhir adalah kebutuhan aktualisasi diri. Aktualisasi diri berasal dari kata actual yang artinya ada atau keberadaan, sedangkan diri artinya adalah orang atau seseorang. Jadi kebutuhan aktualisasi diri merupakan suatu kebutuhan dimana seseorang ingin diakui keberadaannya, kemampuannya, kreativitasnya. Kebutuhan ini merupakan kebutuhan yang terdapat 17 meta kebutuhan yang tidak tersusun secara hirarki, melainkan saling mengisi. 17 meta kebutuhan tersebut yaitu : Kebenaran, Kebaikan, Keindahan atau kecantikan, Keseluruhan (kesatuan), Dikotomi-transedensi, Berkehidupan (berproses, berubah tetapi tetap pada esensinya), Keunikan, Kesempurnaan, Keniscayaan, Penyelesaian, Keadilan, Keteraturan, Kesederhanaan, Kekayaan (banyak variasi, majemuk, tidak ada yang tersembunyi, semua sama penting), Tanpa susah payah (santai, tidak tegang), Bermain (fun, rekreasi, humor), Mencukupi diri sendiri.
Jika berbagai meta kebutuhan tidak terpenuhi maka akan terjadi meta patologi seperti apatisme, kebosanan, putus asa, tidak punya rasa humor lagi, keterasingan, mementingkan diri sendiri, kehilangan selera dan sebagainya.

C.    Kasus
Kasus yang saya ambil adalah kasus yang saya dapatkan dari detiknews.com. kasus ini menceritakan tentang Geng Motor yang dilakukan oleh pemuda Jakarta dan Bandung. Artikel ini berjudul “Latar Belakang Geng Motor Jakarta Beda dengan Banudng. Akan tetapi, saya tidak akan memfokuskan kepada perihal perbedaan latar belakang geng motor Jakarta dan Bandung. Saya akan lebih memfokuskan kasus ini pada prilaku yang dilakukan oleh pemuda, yaitu Geng Motor.
            Fenomena Geng Motor yang dilakukan oleh para pemuda nampaknya telah lama terjadi di Ibu Kota. Namun, keberadaan Geng Motor ini seolah tidak pernah terselesaikan. Padahal, Geng Motor ini sangat meresahkan masyarakat. Geng Motor dapat meresahkan masyarakat karena terdapat 3 prilaku buruk yang dilakukan oleh Geng Motor, yaitu : balapan liar, judi atau taruhan, dan tawuran (pengeroyokan). Ketiga perilaku tersebut jelas sangat merugikan masyarakat sekitar.
           
D.    Analisis Kasus
Masa Remaja adalah masa dimana orang mencari jadi diri yang sesungguhnya. Dalam masa ini, remaja kebanyakan mempunyai jiwa yang masih labil. Remaja memang masa dimana seseorang rentan akan lingkungan, dimana lingkungan remaja itu akan membentuk sebuah watak kepribadian remaja. Dalam pencarian jati diri tersebut, remaja akan mudah terbawa arus. Lingkungan sangat gerperan dalam masa remaja. Ketika lingkungan menawarkan prilaku-prilaku positif maka remaja akan mudah mengiktinya, begitu pula ketika lingkungan menawarkan prilaku yang negative, remaja juga akan menelan mentah-mentah apa yang ditawarkan lingkungan tersebut.
Pada masa remaja, remaja akan menyalurkan segala yang menjadi bakat mereka. Kdang kala, ketika bakat tersebut tidak dapat tersalurkan dengan baik, tak jarang remaja menjadi nekat dan mengambil segala cara untuk menyalurkan apa yang menjadi bakatnya. Oleh karena itu, remaja memerlukan adanya kontrol dari orang-orang disekitarnya. Kontrol tersebut bukan berarti kontrol dengan cara memberikan peraturan yang terlalu keras, tetapi kontrol tersebut dapat berupa kasih sayang dari orang-orang sekitar, terutama orang tua. Remaja yang mendapatkan penuh kasih sayang orang tua akan lebih terkendali dari pada remaja yang hidup tanpa perhatoan orang-orang di sekitar terutama orang tua.
Berbicara masalah Geng Motor dengan Teori Maslow, maka menurut saya Geng Motor dengan prilaku buruk yang mengikutinya seperti : balap liar, judi dan tawuran, timbul akibat dari kurangnya terpenuhi kebutuhan remaja akan kebutuhan kasih sayang, kebutuhan dihargai, dan kebutuhan aktualisasi diri.
Biasanya, remaja yang masuk menjadi anggota Geng Motor dan terlibat prilaku buruk dalam gengnya tersebut adalah remaja-remaja yang latar belakang keluarganya adalah keluarga orang berada. Sehingga, kebutuhan fisiologis bagi mereka dapat dikatakan sudah sangat terpenuhi. Kemudian, kebutuhan akan keamanan juga sangat terpenuhi. Namun, kebutuhan akan kasih sayang biasanya kurang terpenuhi, terutama kasih sayang dari keluarga yakni kasih sayang orang tua. Kebanyakan remaja yang masuk dalam anggota Geng motor merupakan putra dari keluarga yang orang tuanya super sibuk. Sehingga, perhatian kepada putranya sangat kurang. Karena tidak mendapat kasih sayang keluarga tersebut, remaja kemudian mencari kasih sayang di luar rumah. Kasih sayang ini akhirnya mereka dapat dengan teman-teman yang dirasa senasib, yaitu dalam Geng Motor. Dalam Geng Motor mereka mendapatkan kasih sayang antar teman yang teramat dalam. Mereka akan merasa bahwa teman dalam Geng Motor bahkan lebih memperhatikan mereka dari pada keluarga mereka sendiri. Sehingga, tak heran ketika remaja sudah masuk dalam anggota Geng Motor kemudian mereka jarang pulang, hal ini karena di dalam Geng Motor tersebut mereka mendapatkan apa yang mereka butuhakn, yakni kebutuhan akan kasih sayang. Selain itu, ketika sudah masuk dalam Geng Motor, maka ikatan personilnya akan semakin kuat rekat, ketika ada salah seorang anggota Geng disakiti orang lain maka anggota yang lain akan merasa tersakiti juga. Akhirnya, terjadilah tawuran.
Selain kurangnya kebutuhan akan kasih sayang, saya juga melihat bahwa seseorang mengikuti Geng Motor karena mereka juga merasa kebutuhan harga diri kurang terpenuhi. harga diri yang dimaksud disini adalah kebutuhan dimana seorang remaja ingin mendapatkan apresiasi dari orang lain, utamanya dari keluarga. Karena kebuthan ini tidak terpenuhi maka sama halnya seperti kebuthan akan kasih sayang, ketika di dalam keluarganya orang tidak mendapatkan kebutuhan harga diri tersebut, maka dia akan mencari jawaban kebutuhan tersebut di luar rumah. Ketika di luar rumah mereka mendapatkan apa yang dia cari kemudin mereka merasa nyaman dengan yang dia dapatkan, maka mereka akan lebih betah diluar rumah. Sama halnya dengan Geng Motor, ketika anggota Geng terpenuhi kebutuhan harga dirinya di dalam geng tersebut, maka orang akan lebih mementingkan geng motor dari pada keluarganya. Misalnya, dalam geng mtoor ketika remaja melakukan balap liar kemudian dia menang maka dia akan mendapatkan apresiasi dari kawan-kawan satu geng.
Aktualisasi diri dalam kehidupan juga menjadi kebutuhan bagi manusia, bahkan Maslow mengatakan bahwa kebutuhan akan aktualisasi diri adalah tingkat kebuuhan yang paling tinggi, seperti yang digambarkannya dalam piramida kebutuhan maka kebutuhan aktualisasi berada di paling puncak kebutuhan. Sama halnya dengan kebutuhan-kebutuhan yang sebelumnya telah saya paparkan, ketika kebutuhan tidak terpenuhi di dalam rumah atau dalam keluarga maka orang akan mencari kebutuhan di laur rumah. Begitu halnya dengan kebutuhan aktualisasi diri pada remaja. Ketika mereka tidak mendapatkan jawaban atas kebutuhan mereka di dalam keluarga mereka dari orang-orang yang berada di sekitar mereka maka jawaban atas kebutuhan tersebut akan dicari diluar rumah. Bahkan, maslow mengatakan, ketika kebutuhan aktualisasi diri tidak terpenuhi maka orang cenderung akan melakukan tindakan patologis.
Begitu halnya dengan remaja yang tergabung dalam Geng Motor kemudian mereka melakukan prilaku-prilaku yang tidak baik seperti balap liar, judi dan tawuran. Perbuatan-perbuatan yang mengakibatkan resah maysarakat ini sebenarnya timbul karena kurangnya terpenuhi kebutuhan aktualisasi diri yang dirasakan oleh remaja.

E.     Alternatif Solusi Pemecahan Kasus
·                     Dalam pendekatan humanistik, orang tua diajarkan untuk mencerminkan perasaan anak-anak mereka dan membantu mereka tumbuh dalam kesadaran diri dan pemahaman, serta memfasilitasi kematangan psikologis anak-anak mereka. Abraham Maslow melengkapi pemikiran tersebut dengan teori motivasi. Menurutnya, potensi-potensi unik seorang anak akan muncul apabila diberi motivasi dengan cara penyampaian wawasan, contoh orang tua, pergaulan dengan teman lain, maupun pengalaman langsung. Dalam praktik pengasuhan, orang tua dianggap sebagai fasilitator yaitu menyediakan lingkungan dan sarana belajar anak untuk mengembangkan potensinya. Semakin dipenuhinya fasilitas yang dibutuhkan anak, akan semakin berkembang potensi-potensi yang dimiliki seorang anak. Selain itu, orang tua harus berperan sebagai motivator. Peran ini dilakukan dengan memberikan dorongan dan dukungan bagi berbagai hal yang menjadi minat seorang anak. Apabila anak melakukan kekeliruan tidak disalahkan atau disudutkan tetapi diberi berikan bimbingan dengan kalimat-kalimat yang membangkitkan semangat. Sehingga anak terpacu untuk melakukan tugasnya dan semakin tinggi tingkat pengaktualisasiannya. Jadi, peran Orang tua dalam memenuhi kebutuhan anak adalah sangat pentintg. Tidak hanya kebutuhan fisiologis dan keamanan, tetapi juga kebutuhan kasih sayang, harga diri, dan aktualisasi diri.
·                     Sebenarnya, Balap Motor bukanlah prilaku yang buruk, akan tetapi kata ‘liar’nya itulah yang menjadikan balap motor menjadi buruk. Oleh karena itu, balap motor yang di salurkan dengan tepat, maka tidak buruk justru menjadi prestasi yang membanggakan. Asalkan, balap motor tersebut harus sesuai dengan peraturan yang berlaku, balapan di tempat yang telah disediakan sehingga tidak merisaukan masyarakat. Apabila bakat balap motor tersebut disalurkan dengan benar maka bisa saja orang dapat menajdi sang Juara seperti Falentino Rossi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar