Label

Rabu, 12 Desember 2012

UPAYA DOSEN DALAM MEMBANGKITKAN KEAKTIFAN MAHASISWA DI DALAM KELAS


Tugas Mata Kuliah : MPS 1

Pengamatan ini saya lakukan di ruang 302, salah satu ruangan di Gedung FISIP UI. Ruangan ini adalah ruangan tempat Mahasiswa-Mahasiswi Pasca Kesejahteraan Sosial melakukan kegiatan belajar. Ruangan ini tidak terlalu luas, hanya berukuran sekitar 22 X 22 meter. Di dalam ruangan ini terdapat AC yang dapat menyembulkan suhu udara yang sangat dingin. Di dalam ruangan ini terdapat kursi-kursi berjajar, warnanya biru. Jumlah kursi tersebut kurang lebih ada 76 buah, kursi ini digunakan sebagai tempat duduk mahasiswa. Sedangkan di depan kursi Mahasiswa terdapat satu kursi dan satu meja Dosen. Kemudian di belakang kursi Dosen tersebut terdapat white board yang biasanya digunakan dosen sebagai layar pantulan LCD.

Pada jam 17:00 WIB, ruangan ini digunakan sebagai tempat kegiatan belajar Pasca Kessos angkatan 2011 dan 2012. Jumlah seluruh Mahasiswa tersebut terdiri dari 74 orang. Dari senin hingga jumat, ruangan ini di padati oleh mahasiswa-mahasiswa tersebut. Dalam kegiatan belajar mengajar di kelas, dari hari senin hingga Jumat yang dilakukan antara Mahasiswa dengan Dosen, terdapat dua jenis interaksi yang saya temukan :
1. Interaksi antara Dosen dan Mahasiswa yang sama-sama aktif
2. Interaksi antara Dosen dan Mahasiswa dimana Mahasiswa tidak aktif dalam menanggapi penjelasan Dosen.

Dari dua jenis interaksi yang telah saya klasifikasikan, maka saya memfokuskan interaksi saya pada point yang kedua, yaitu interaksi antara Dosen dan Mahasiswa dimana Mahasiswa tidak terlalu aktif menanggapi penjelasan Dosen, kemudian dari ketidakaktifan Mahasiswa tersebut, saya ingin melihat bagaimana Dosen membangkitkan keaktifan Mahasiwa. Saya lebih tertarik dengan point ini karena menurut saya, point yang pertama tidak ada masalah.

Keaktifan Mahasiswa yang saya maksud disini adalah, kondisi dimana terdapat partisipasi Mahasiswa di dalam kelas ketika dosen menjelaskan, atau, ada respon dari Mahasiswa terhadap penjelasan dosen tersebut. Misalnya, mahasiswa mengajukan pertanyaan, sanggahan, ataupun share pengalaman ketika dosen selesai menjelaskan materinya. Mahasiswa tidak hanya diam dan mencatat apa yang dijelaskan dosen. 

Indikator keaktifan siswa berdasarkan jenis aktivitasnya dalam proses pembelajaran menurut Paul D. Deirich (Hamalik, 2007) yaitu sebagai berikut :
1.  Aktivitas vidual (visual activities), antara lain : membaca dan mengamati.
2. Aktivitas lisan (oral activities), anatara lain : mengemukakan fakta/prinsip, menghubungkan suatu kejadian, diskusi, mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan dan mengemukakan pendapat.
3. Aktivitas audio (listening activities), antara lain : menyimak pengajian materi/informasi dan mendengarkan percakapan/diskusi kelompok.
4. Aktivitas menulis (writing activities), antara lain : mengerjakan soal atau mencatat materi penjelasan pengajar.
5.  Aktivitas menggambar, antara lain : membuat grafik atau sketsa.
6.  Ativitas metric/motorik (motor activities), antara lain : melakukan pengukuran.
7. Aktivitas mental, antara lain : merenungkan atau memecahkan masalah, menganalisis dan membuat keputusan dalam tugas yang diberikan pengajar.
8. Aktivitas emosional, antara lain : keberanian dan ketenangan dalam mengajukan pertanyaan serta mengemukakan pendapat. (http://repository.upi.edu/operator/upload/s_d025_040469_chapter2.pdf)

Berdasarkan indikator tersebut, maka indikator yang saya amati disini saya fokuskan pada aktivitas lisan mahasiswa, dimana Mahasiswa terlihat dan dinilai aktif oleh pengajar ketika mahasiswa tersebut dapat dan mau untuk mengemukakan pendapat, bertanya, atau pun share atas pengalaman yang dimilikinya. Kemudian, jika mahasiswa tidak aktif dalam hal tersebut, apakah yang dilakukan dosen untuk membangkitkan keaktifan mahasiswa dalam aktivitas lisan tersebut?

A. TUJUAN OBSERVASI
Observasi ini bertujuan untuk melihat apa saja yang dilakukan dosen untuk membangkitkan keaktifan mahasiswa yang semula tidak aktif didalam kelas. Observasi ini dilakukan pada hari Jumat secara berturut-turut selama dua hari Jumat, yaitu tanggal 30 November 2012 dan 7 Desember 2012. Observasi ini dilakukan kurang lebih selama 1 jam 40 menit, yaitu mulai pukul 19:00 hingga 20:40 WIB.

B. HASIL OBSERVASI
Pukul 19 : 06, Dosen memasuki ruangan 302. Ruangan ini sudah dipadati oleh mahasiswa pasca Kesos yang sedang menempuh mata kuliah ini (nama mata kuliah disamarkan). Setelah memasuki ruangan, dosen kemudian menyalakan laptop dan mencolokkan kabel LCD kepada laptopnya. Setelah itu, dosen mulai memaparkan penjelasan melalui slide power point yang telah dibuatnya. Selama 20 menit dosen tersebut menjelaskan materi dengan begitu bersemangat, sesekali dosen bertanya kepada mahasiswa “apa ada yang mau ditanyakan?”, tetapi mahasiswa diam saja. Salah seorang mahasiswa yang duduk disebelah kanan ruangan terlihat begitu asyik memainkan laptopnya tanpa sekalipun melihat slide yang dijelaskan dosen. kemudian, ada yang terlihat mencatat slide yang dijelaskan dosen, ada juga tiga orang mahasiswi yang ngobrol sendiri dan ada yang senyum-senyum sendiri melihat ipadnya. sebagian dari mahasiswa tersebut memang nampaknya terlihat sangat serius melihat slide dosen tetapi sama saja dengan yang lain, ketika dosen menanyakan “apa ada yang mau ditanyakan? Atau di share?,” mahasiswa tersebut juga tidak memberikan komentar apa-apa.

Kemudian, karena tidak ada satu pun mahasiswa yang mau untuk angkat bicara maka dosen kembali kepada slidenya dan menjelaskan lagi apa yang ada di dalam slide tersebut. Mahasiswa tetap pada aktivitasnya masing-masing. Namun, dosen terlihat ingin sekali mahasiwanya aktif menanggapi apa yang beliau jelaskan.

Setelah sekitar 50 menit dosen menjelaskan materi yang ada dalam slidenya, dosen mencoba untuk menanyakan kepada semua mahasiswa tentang materi yang telah beliau jelaskan. Kali ini, metode untuk membuat mahasiswa aktif agak berbeda dengan metode sebelumnya, dosen tidak lagi bertanya “apa ada yang mau di tanyakan? atau di share?”, namun kali ini dosen lebih focus menanyakan seputar materi yang sedang beliau jelaskan, “ada yang tahu tentang perihal A? (pertanyaan disamarkan), ayo dong jangan pelit-pelit untuk share”, sambil tertawa dosen mencoba untuk membuat mahasiwanya mau menanggapinya. Akan tetapi, mahasiswa tetap saja pada aktifvitasnya masing-masing. Ada yang sekedar tersenyum membalas perkataan dosen tersebut, ada yang komat-kamit tidak jelas, dan ada yang tetap focus kepada laptop sendiri.

Dengan ramahnya dosen berkata “tidak ada ya? Yasudah kalau tidak ada saya lanjtkan”. Kemudian dosen menjelaskan kembali materi tersebut. Jam telah menunjukkan 20.00, artinya satu jam kegiatan belajar mengajar telah berlalu. Pada jam ini, ada seorang mahasiwa yang sudah mulai gelisah cemas melihat ke arah jam tangannya, ada yang tetap menjadi pencatat setia slide-slide yang ditampilkan dosen, ada yang berbicara sendiri, dan ada yang masih sibuk dengan laptopnya. Kemudian, dosen mencoba kembali membuat mahasiswanya bicara, beliau berkata “kok pada diam, ayo dong, saya pingin denger kalian ngomong” (sambil tertawa). namun, mahasiswa tetap tidak ada yang tergerak untuk berbicara, mereka hanya cengengesan menanggapi apa yang dosen katakana. Dosen kembali berkata “apa kalian merasa kesulitan dengan apa yang saya jelaskan? Gimana? Atau saya terlalu cepat?”, mahasiswa tetap tersenyum-senyum dan sebagian mulai ada yang tergerak berbicara “tidak bu”.

Pukul 20.30, dosen telah selesai menjelaskan materi yang ada pada slide terakhirnya. Kemudian beliau kembali bertanya “ada yang mau share pengalaman?”, tetapi mahasiswa tetap tidak ada yang bersedia untuk share ataupun bertanya. Kemudian, dosen berkata lagi “baiklah, karena tidak ada yang bertanya, saya anggap kalian semua sudah paham. Untuk materi minggu depan adalah X dan Z. tolong dipelajari ya, bahannya sudah saya berikan kepada ketua kelas. Minggu depan saya tidak akan berbicara sama sekali. Saya akan langsung bertanya kepada kalian. Pokoknya, minggu depan kalian yang akan banyak menjelaskan”. dosen mencabut kabel LCD dan mematikan laptopnya. Sementara Mahsiswa mulai terlihat bingung untuk memfoto copi materi yang di berikan dosen untuk minggu depan, yaitu tanggal 7 Desember 2012).

Tanggal 7 Desember 2012, pukul 19.00, dosen telah memasuki ruangan. Mahasiswa masih sibuk dengan foto copi materi yang dipegang. Kemudian dosen mulai membuka kuliah, “bagaimana? Sudah siap? Ada yang mau maju? Saya panggil ya, coba A”, kemudian A menjawab bahwa dia masih tida siap. Setelah itu dosen mulai mengambil absen, dan menceklis nama yang bersedia untuk mengemukakan pendapat tentang materi. Ketika dosen menceklis itu tandanya dosen memberikan nilai tambah kepada mahasiswa yang namanya dicklis tersebut. Kemudian, satu per satu mahasiswa mulai mengacungkan tangan, hampir semua mahasiswa mengemukakan pendapatnya. Kelas menjadi aktif ketika para mahasiswa tahu bahwa siapa yang berani dan mau mengemukakan pendapatnya maka akan mendapatkan nilai tambah. Dengan demikian, upaya dosen dengan memberikan reward berupa tambahan nilai bagi mahasiswa yang mau aktif secara lisan di kelas berhasil membuat mahasiswa aktif di kelas. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar