Tugas Mata Kuliah : MPS 1
Pengamatan ini
saya lakukan di ruang 302, salah satu ruangan di Gedung FISIP UI. Ruangan ini
adalah ruangan tempat Mahasiswa-Mahasiswi Pasca Kesejahteraan Sosial melakukan
kegiatan belajar. Ruangan ini tidak terlalu luas, hanya berukuran sekitar 22 X
22 meter. Di dalam ruangan ini terdapat AC yang dapat menyembulkan suhu udara
yang sangat dingin. Di dalam ruangan ini terdapat kursi-kursi berjajar,
warnanya biru. Jumlah kursi tersebut kurang lebih ada 76 buah, kursi ini
digunakan sebagai tempat duduk mahasiswa. Sedangkan di depan kursi Mahasiswa
terdapat satu kursi dan satu meja Dosen. Kemudian di belakang kursi Dosen
tersebut terdapat white board yang
biasanya digunakan dosen sebagai layar pantulan LCD.
Pada jam 17:00
WIB, ruangan ini digunakan sebagai tempat kegiatan belajar Pasca Kessos
angkatan 2011 dan 2012. Jumlah seluruh Mahasiswa tersebut terdiri dari 74
orang. Dari senin hingga jumat, ruangan ini di padati oleh mahasiswa-mahasiswa
tersebut. Dalam kegiatan belajar mengajar di kelas, dari hari senin hingga
Jumat yang dilakukan antara Mahasiswa dengan Dosen, terdapat dua jenis interaksi yang saya temukan :
1. Interaksi antara
Dosen dan Mahasiswa yang sama-sama aktif
2. Interaksi
antara Dosen dan Mahasiswa dimana Mahasiswa tidak aktif dalam menanggapi
penjelasan Dosen.
Dari dua jenis
interaksi yang telah saya klasifikasikan, maka saya memfokuskan interaksi saya
pada point yang kedua, yaitu interaksi antara Dosen dan Mahasiswa dimana
Mahasiswa tidak terlalu aktif menanggapi penjelasan Dosen, kemudian dari
ketidakaktifan Mahasiswa tersebut, saya ingin melihat bagaimana Dosen
membangkitkan keaktifan Mahasiwa. Saya lebih tertarik dengan point ini karena
menurut saya, point yang pertama tidak ada masalah.
Keaktifan
Mahasiswa yang saya maksud disini adalah, kondisi dimana terdapat partisipasi
Mahasiswa di dalam kelas ketika dosen menjelaskan, atau, ada respon dari
Mahasiswa terhadap penjelasan dosen tersebut. Misalnya, mahasiswa mengajukan
pertanyaan, sanggahan, ataupun share pengalaman ketika dosen selesai
menjelaskan materinya. Mahasiswa tidak hanya diam dan mencatat apa yang
dijelaskan dosen.
Indikator
keaktifan siswa berdasarkan jenis aktivitasnya dalam proses pembelajaran
menurut Paul D. Deirich (Hamalik, 2007) yaitu sebagai berikut :
1. Aktivitas
vidual (visual activities), antara lain : membaca dan mengamati.
2. Aktivitas lisan (oral activities), anatara lain :
mengemukakan fakta/prinsip, menghubungkan suatu kejadian, diskusi, mengajukan
pertanyaan, menjawab pertanyaan dan mengemukakan pendapat.
3. Aktivitas audio (listening activities), antara lain
: menyimak pengajian materi/informasi dan mendengarkan percakapan/diskusi
kelompok.
4. Aktivitas menulis (writing activities), antara lain
: mengerjakan soal atau mencatat materi penjelasan pengajar.
5. Aktivitas
menggambar, antara lain : membuat grafik atau sketsa.
6. Ativitas
metric/motorik (motor activities), antara lain : melakukan pengukuran.
7. Aktivitas mental, antara lain : merenungkan atau
memecahkan masalah, menganalisis dan membuat keputusan dalam tugas yang
diberikan pengajar.
8. Aktivitas emosional, antara lain : keberanian dan
ketenangan dalam mengajukan pertanyaan serta mengemukakan pendapat. (http://repository.upi.edu/operator/upload/s_d025_040469_chapter2.pdf)
Berdasarkan indikator
tersebut, maka indikator yang saya amati disini saya fokuskan pada aktivitas
lisan mahasiswa, dimana Mahasiswa terlihat dan dinilai aktif oleh pengajar
ketika mahasiswa tersebut dapat dan mau untuk mengemukakan pendapat, bertanya,
atau pun share atas pengalaman yang
dimilikinya. Kemudian, jika mahasiswa tidak aktif dalam hal tersebut, apakah
yang dilakukan dosen untuk membangkitkan keaktifan mahasiswa dalam aktivitas
lisan tersebut?
A. TUJUAN OBSERVASI
Observasi ini
bertujuan untuk melihat apa saja yang dilakukan dosen untuk membangkitkan
keaktifan mahasiswa yang semula tidak aktif didalam kelas. Observasi ini dilakukan
pada hari Jumat secara berturut-turut selama dua hari Jumat, yaitu tanggal 30
November 2012 dan 7 Desember 2012. Observasi ini dilakukan kurang lebih selama
1 jam 40 menit, yaitu mulai pukul 19:00 hingga 20:40 WIB.
B. HASIL OBSERVASI
Pukul 19 : 06,
Dosen memasuki ruangan 302. Ruangan ini sudah dipadati oleh mahasiswa pasca
Kesos yang sedang menempuh mata kuliah ini (nama mata kuliah disamarkan). Setelah
memasuki ruangan, dosen kemudian menyalakan laptop dan mencolokkan kabel LCD
kepada laptopnya. Setelah itu, dosen mulai memaparkan penjelasan melalui slide power point yang telah dibuatnya. Selama
20 menit dosen tersebut menjelaskan materi dengan begitu bersemangat, sesekali
dosen bertanya kepada mahasiswa “apa ada yang mau ditanyakan?”, tetapi
mahasiswa diam saja. Salah seorang mahasiswa yang duduk disebelah kanan ruangan
terlihat begitu asyik memainkan laptopnya tanpa sekalipun melihat slide yang
dijelaskan dosen. kemudian, ada yang terlihat mencatat slide yang dijelaskan
dosen, ada juga tiga orang mahasiswi yang ngobrol sendiri dan ada yang
senyum-senyum sendiri melihat ipadnya. sebagian dari mahasiswa tersebut memang
nampaknya terlihat sangat serius melihat slide dosen tetapi sama saja dengan yang
lain, ketika dosen menanyakan “apa ada yang mau ditanyakan? Atau di share?,”
mahasiswa tersebut juga tidak memberikan komentar apa-apa.
Kemudian, karena
tidak ada satu pun mahasiswa yang mau untuk angkat bicara maka dosen kembali
kepada slidenya dan menjelaskan lagi apa yang ada di dalam slide tersebut. Mahasiswa
tetap pada aktivitasnya masing-masing. Namun, dosen terlihat ingin sekali
mahasiwanya aktif menanggapi apa yang beliau jelaskan.
Setelah sekitar
50 menit dosen menjelaskan materi yang ada dalam slidenya, dosen mencoba untuk
menanyakan kepada semua mahasiswa tentang materi yang telah beliau jelaskan.
Kali ini, metode untuk membuat mahasiswa aktif agak berbeda dengan metode
sebelumnya, dosen tidak lagi bertanya “apa ada yang mau di tanyakan? atau di
share?”, namun kali ini dosen lebih focus menanyakan seputar materi yang sedang
beliau jelaskan, “ada yang tahu tentang perihal A? (pertanyaan disamarkan), ayo
dong jangan pelit-pelit untuk share”, sambil tertawa dosen mencoba untuk
membuat mahasiwanya mau menanggapinya. Akan tetapi, mahasiswa tetap saja pada
aktifvitasnya masing-masing. Ada yang sekedar tersenyum membalas perkataan
dosen tersebut, ada yang komat-kamit tidak jelas, dan ada yang tetap focus
kepada laptop sendiri.
Dengan ramahnya
dosen berkata “tidak ada ya? Yasudah kalau tidak ada saya lanjtkan”. Kemudian
dosen menjelaskan kembali materi tersebut. Jam telah menunjukkan 20.00, artinya
satu jam kegiatan belajar mengajar telah berlalu. Pada jam ini, ada seorang
mahasiwa yang sudah mulai gelisah cemas melihat ke arah jam tangannya, ada yang
tetap menjadi pencatat setia slide-slide yang ditampilkan dosen, ada yang
berbicara sendiri, dan ada yang masih sibuk dengan laptopnya. Kemudian, dosen
mencoba kembali membuat mahasiswanya bicara, beliau berkata “kok pada diam, ayo
dong, saya pingin denger kalian ngomong” (sambil tertawa). namun, mahasiswa
tetap tidak ada yang tergerak untuk berbicara, mereka hanya cengengesan
menanggapi apa yang dosen katakana. Dosen kembali berkata “apa kalian merasa kesulitan
dengan apa yang saya jelaskan? Gimana? Atau saya terlalu cepat?”, mahasiswa
tetap tersenyum-senyum dan sebagian mulai ada yang tergerak berbicara “tidak
bu”.
Pukul 20.30,
dosen telah selesai menjelaskan materi yang ada pada slide terakhirnya. Kemudian
beliau kembali bertanya “ada yang mau share pengalaman?”, tetapi mahasiswa
tetap tidak ada yang bersedia untuk share ataupun bertanya. Kemudian, dosen
berkata lagi “baiklah, karena tidak ada yang bertanya, saya anggap kalian semua
sudah paham. Untuk materi minggu depan adalah X dan Z. tolong dipelajari ya,
bahannya sudah saya berikan kepada ketua kelas. Minggu depan saya tidak akan
berbicara sama sekali. Saya akan langsung bertanya kepada kalian. Pokoknya,
minggu depan kalian yang akan banyak menjelaskan”. dosen mencabut kabel LCD dan
mematikan laptopnya. Sementara Mahsiswa mulai terlihat bingung untuk memfoto
copi materi yang di berikan dosen untuk minggu depan, yaitu tanggal 7 Desember
2012).
Tanggal 7 Desember
2012, pukul 19.00, dosen telah memasuki ruangan. Mahasiswa masih sibuk dengan
foto copi materi yang dipegang. Kemudian dosen mulai membuka kuliah,
“bagaimana? Sudah siap? Ada yang mau maju? Saya panggil ya, coba A”, kemudian A
menjawab bahwa dia masih tida siap. Setelah itu dosen mulai mengambil absen,
dan menceklis nama yang bersedia untuk mengemukakan pendapat tentang materi.
Ketika dosen menceklis itu tandanya dosen memberikan nilai tambah kepada
mahasiswa yang namanya dicklis tersebut. Kemudian, satu per satu mahasiswa
mulai mengacungkan tangan, hampir semua mahasiswa mengemukakan pendapatnya.
Kelas menjadi aktif ketika para mahasiswa tahu bahwa siapa yang berani dan mau
mengemukakan pendapatnya maka akan mendapatkan nilai tambah. Dengan demikian,
upaya dosen dengan memberikan reward berupa tambahan nilai bagi mahasiswa yang
mau aktif secara lisan di kelas berhasil membuat mahasiswa aktif di kelas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar