Dalam satu masa, aku selalu mengatakan pada diriku "AKU BISA", "AKU PASTI BISA". Namun, Allah memberikan aku pelajaran yang luar biasa dan pelajaran itu sangat berharga bagiku. Aku dengan kegigihanku dalam mencapai sesuatu ternyata sekuat apapun aku bertekad, sekeras apapun aku berusaha namun ternyata aku tiada daya jika Allahku tidak menghendakinya.
Contoh yang pertama :
Pada Januari 2010 aku pernah punya cinta, cinta pertama yang dulu sangat manis kurasa. Ku pelihara cintaku, kupupuk ia dan tanpa terasa cinta itu semakin tumbuh dan mulai berakar dalam hatiku. Namun, karena Allah belum menghendaki dia menjadi imamku, maka pada oktober 2010 cinta itu kandas dan menjadi luka yang ganas.
Contoh yang kedua :
Pada bulan Februari 2013, aku mengajukan proposal thesis kepada dosen pembimbing. Aku berusaha membaca ini dan itu, membeli buku ini dan itu yang sesuai dengan temaku. Setelah bimbingan yang kelima, aku yakin bahwa ini adalah bimbingan terakhirku dan dalam waktu dekat aku pasti bisa seminar. Namun, hal itu gagal karena ternyata lokasi penelitian yang aku ambil salah, sehingga aku hanya mempunyai dua pilihan 'pindah lokasi dengan mempertahankan tema yang ada' atau 'mempertahankan lokasi dengan membuat tema yang baru', yang jelas kedua pilihan ini mempunyai PR sendiri bagiku. Jika memilih opsi pertama, maka aku harus mencari lokasi yang tepat, dan aku harus kembali beradaptasi dengan orang-orang di lokasi yang baru. Jika memilih opsi kedua, maka aku harus rombak total tulisanku dan membaca lagi buku-buku yang baru.
Kecewa? pasti. Tapi aku tidak mau menjadi orang yang rugi dengan hanya kecewa kemudian menyerah tanpa berbuat apa-apa. Dalam 'kecewa' aku terus berusaha intropeksi diri, aku mencoba mempelajari skenerio yang sedang aku jalani.
Tangis? ada. Tapi aku tidak mau air mataku jatuh sia-sia. Dalam tangis aku mendekat, ku berharap Dia mendekap, dan ku ibrohi segala yang telah terjadi.
Kemudian, dalam perjalananku mengobati hati yang sedang kecewa itu, dalam upayaku menghapus air mata yang jatuh itu, Allah memberikan aku pencerahan bahwa "DIA sayang aku". Dia ingin aku tak hanya mengandalkan keAKUanku. Dia ingin aku bersandar padaNya, hanya padaNya. Mungkin aku terlalu congkak mengatakan bahwa AKU BISA, AKU MAMPU. Hingga aku terpontang-panting dengan keBISAANku, dengan keMAMPUANku, yang sebenernya tidak ada apa-apanya. Hanya Dia yang Bisa, hanya Dia yang Mampu.
Kini, aku tak akan lagi bilang "AKU BISA", "AKU MAMPU" Tapi aku akan mengatakan "ALLAHku akan membuatku BISA", "ALLAHku akan membuatku MAMPU".
Laahaulaawalaaquwwata illa billah, Laahaulaawalaaquwwata illa billah.
Forgive me Ya Robb, Without YOU i'm NOTHING
Tidak ada komentar:
Posting Komentar