pudar bersama sekejap kebahagiaan yang kurasakan
Warna itu telah hilang,
hilang bersama secercah senyuman yang terpancar
Mengapa kebahagiaan itu datang jika warnaku akan pudar???
Mengapa senyuman itu terpancar jika warnaku akan hilang???
Sungguh aku lebih memilih tidak bahagia saat itu
Sungguh aku memilih tak pernah mendapati senyuman itu
Jika warnaku akan pudar dan menghilang
Bagaimana kurajut mimpiku,
Jika warnaku hanya terdiam dan membisu
Bagaimana kuukir langkahku,
Jika warnaku kini semu
lebih baik tak kudengar dengan kedua telingaku
lebih baik tak kulihat dengan kedua mataku
lebih baik kubiarkan tabir itu terus menghalangiku
aku menyesal membiarkan robohnya tabir itu
roboh yang menjadikan warnaku semanis madu
namun dengan mudahnya berlalu
Apa yang harus kulakukan???
Saat kuntum – kuntum bunga mencibirku
karena hilangnya warna itu
Apa yang harus aku jawab???
Ketika dia, dia, dan dia bertanya kepadaku
Tentang warna itu
Aku lunglai…..
Aku rapuh…..
Di sudut itu aku menangis,
Aku terpuruk, A k u T e r a l i n a s i

Tidak ada komentar:
Posting Komentar