inikah Rencana Tuhan?, desirku dalam hati
adakalanya buta menghalangi penglihatan
namun, pada akhirnya sinarpun menembus gelap pekat tak bertuan
ia datang sembari menyapa bijak
tanpa polesan dusta dan keangkuhan
bak kicau burung di pagi hari
bak aliran air dari hulu ke hilir
bak anggur yang jatuh dari pohonnya
bak manisnya coklat di ujung pengecap tak bertulang
lalu, aku seakan tertawanmaka tak salah jika saat itu
kupahatkan bait dalam angan utophia
aku ingin melihatnya bahagia
aku ingin melihatnya ceria
aku ingin melihatnya bersukaria
berselimut canda tawa
bersulam senyum ceria
dan ingin kubertkata "tawamu madu senyummu mawar"
maka untuk mengukirnya
biarlah aku menjadi lilin ringkih yang selalu ada saat dibutuhkan
hingga aku mampu menyibak kegelapan
yang telah membekap sinar mentari di ufuk penantian
yaa...,
inilah Rencana Tuhan
maka nikmatilah..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar