Label

Minggu, 18 November 2012

TEORI BEHAVIORISME

Tugas Mata Kuliah : Dinamika Prilaku Manusia

Teori behavioristik adalah sebuah teori tentang perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. Contohnya, terdapat seorang pemuda yang setiap pagi selalu menjadi penumpang KRL ke 
Sekolahnya. Dia selalu menjadi penumpang atapers (penumpang KRL yang duduk diatas atap KRL). Kemudian, suatu saat pemuda ini tergelincir dan hampir jatuh. Mendapati pengalaman semacam ini, pemuda tersebut agak shock dan langsung turun. Keesokan harinya hingga saat ini, pemuda tersebut 
tidak lagi menjadi atapers. Ketika salah seorang bertanya kepadanya mengapa dia tidak lagi menjadi penumpang atapers, dia sontak menjawab ‘saya kapok pak’.  
Tokoh-tokoh aliran behavioristik di antaranya adalah Thorndike, Watson, Clark Hull, Edwin Guthrie, dan Skinner.
            Teori Belajar Menurut Thorndike
Menurut Thorndike, belajar adalah merupakan suatu proses yang berhubungan dengan stimulus dan respon. Stimulus merupakan rangsangan sedangkan respon adalah sutu tindakan drai stimulus. Jadi, belajar merupakan suatu respon yang berupa tindakan yang diakibatkan dari adanya rangsangan atau stimulus. Teori Thorndike ini disebut pula dengan teori koneksionisme. Ada tiga hukum belajar yang utama, menurut Thorndike yakni (1) hukum efek; (2) hukum latihan dan (3) hukum kesiapan. Ketiga hukum ini menjelaskan bagaimana hal-hal tertentu dapat memperkuat respon.
             Teori Belajar Menurut Watson
Watson hamper sama dengan Thorndike yang menggambaran belajar sebagai suatu respon dari stimulus yang diterima individu. Namun, Watson menegaskan bahwa stimulus dan respon tersebut harus dapat di ukur. Sedangkan, bagaimana cara mengukur stimulus dan respon tidak dibahas olehnya. 
Teori Belajar Menurut Clark Hull
Clark Hull juga menggunakan variabel hubungan antara stimulus dan respon untuk menjelaskan pengertian belajar. Namun dia sangat terpengaruh oleh teori evolusi Charles Darwin. Hull lebih memfokuskan bahwa tingkah laku manusia berubah sesuai dengan kebutuhan biologisnya.
            Teori Belajar Menurut Edwin Guthrie
Belajar merupkan gabungan stimulus-stimulus yang disertai suatu gerakan. Guthrie juga menggunakan variabel hubungan stimulus dan respon untuk menjelaskan terjadinya proses belajar. Hubungan antara stimulus dan respon bersifat sementara, oleh karena itu respon harus terus-menerus diberikan. Guthrie juga percaya bahwa hukuman (punishment) memegang peranan penting dalam proses belajar. Hukuman yang diberikan pada saat yang tepat akan mampu mengubah tingkah laku seseorang.
            Teori Belajar Menurut Skinner
Konsep-konsep yang dikemukanan Skinner tentang belajar lebih mengungguli konsep para tokoh sebelumnya. Ia mampu menjelaskan konsep belajar secara sederhana, namun lebih komprehensif. Menurut Skinner hubungan antara stimulus dan respon yang terjadi melalui interaksi dengan lingkungannya, yang kemudian menimbulkan perubahan tingkah laku, tidaklah sesederhana yang dikemukakan oleh tokoh tokoh sebelumnya. Menurutnya respon yang diterima seseorang tidak sesederhana itu, karena stimulus-stimulus yang diberikan akan saling berinteraksi dan interaksi antar stimulus itu akan memengaruhi respon yang dihasilkan. Respon yang diberikan ini memiliki konsekuensi-konsekuensi. Konsekuensi-konsekuensi inilah yang nantinya memengaruhi munculnya perilak. Oleh karena itu dalam memahami tingkah laku seseorang secara benar harus memahami hubungan antara stimulus yang satu dengan lainnya, serta memahami konsep yang mungkin dimunculkan dan berbagai konsekuensi yang mungkin timbul akibat respon tersebut. Skinner juga mengemukakan bahwa dengan menggunakan perubahan-perubahan mental sebagai alat untuk menjelaskan tingkah laku hanya akan menambah rumitnya masalah. Sebab setiap alat yang digunakan perlu penjelasan lagi, demikian seterusnya. Teori yang dikemukakan oleh Skinner ini terkanal dengan sebutan Teori Neo Behaviosrisme. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar