Tuhan, Engkau pertemukan ayah dan ibuku dan membuatnya satu
Kau percayakan keduanya dengan kehadiranku
lalu, keduanya pun menimangku
mereka berkata mereka sayang aku
tapi, mereka pun berkata bahwa Kau lebih menyayangiku
Tuhan, aku tak sadar bagaimana aku bisa tumbuh seperti ini
seingatku, beberapa waktu yang lalu aku masih sepinggang ayah ibu
namun sekarang, aku bisa menatap lurus mata indah ibu
aku tak bisa rincikan kapan aku tumbuh
aku tak tahu kapan centi demi centi bertambah pada tubuhku
kapan kilo ber kilo menambah berat badanku
mungkinkah saat aku tidur Kau memanjangkan kakiku?
atau menambah berat badanku?
aku tak tahu...
Tuhan, saat aku menulis, sering aku tercengang dengan huruf-huruf yang keluar dari penaku
bagaimana Kau menuntun jariku?
sejak kapan Kau membuatku dapat menggerakkan jari-jariku dan menulis sesuatu?
seingatku, beberapa waktu lalu ayah masih memegang erat jariku untuk mengukir namaMu
aku juga terkagum dengan rangkaian kata yang keluar dari mulutku
bagaimana Kau membuat mulutku mampu mengatakan sesuatu?
kapan Kau membentuk mulutku hingga meluncur deras rangkaian a, i, u
seingatku, beberapa waktu lalu, aku masih terbata mengucap kata i-bu
Tuhan, nikmatMu untukku benar-benar diluar logikaku
kasihMu diluar nalarku
Kau penuhi butuhku, kau lindungi diriku
Oleh karena itu, atas namaku dan segalaku
kuserahkan padaMu
karena aku adalah milikMu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar